Anak Muda Raja Ampat Dilatih Penggunaan AI untuk Bantu Kembangkan UMKM

  • 30 Apr 2026 19:49 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Raja Ampat - Lembaga DKK Innovation for Impact atau DIFI bersama Telkom Indonesia dan Universitas Papua (Unipa) mengadakan pelatihan bagi anak anak muda di Raja Ampat terkait dengan artificial intelligence atau AI. Pelatihan bertajuk Rural Youth AI Facilitator ini berlangsung selama tiga hari 28-30 April 2026 di Kampus Ekowisata Unipa Raja Ampat.

Program Director DIFI, Irsan Nasution mengatakan pihaknya mengadakan pelatihan penggunaan AI bagi anak-anak muda usia 18-30 tahun yang nanti akan turun mendampingi UMKM yang ada di kampung-kampung. "Pelatihan di Raja Ampat diikuti sebanyak 30 peserta, sedangkan sebelumnya sudah dilakukan kegiatan serupa di Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (Unimuda) dengan jumlah 50 peserta," kata Irsan kepada RRI, Kamis 30 April 2026.

Menurut Irsan, selama pelatihan anak-anak muda yang menjadi peserta diajarkan tentang mindset atau pola pikir dalam penggunaan AI karena selama ini kecerdasan buatan ini lebih banyak digunakan untuk hiburan semata bukan untuk hal yang produktif. Peserta diajarkan beberapa aplikasi berbasis AI seperti Canva, Chat GPT, Capcut, dan beberapa aplikasi lainnya yang nantinya bisa digunakan untuk membantu pengembangan UMKM yang ada di kampung-kampung.

Irsan menambahkan setelah belajar penggunaan AI dan cara memfasilitasi UMKK, para peserta nantinya akan turun langsung selama satu bulan untuk mendampingi mama-mama Papua atau pelaku usaha kecil lainnya agar bisa terkoneksi dengan AI untuk memajukan usaha mereka.

Irsan juga menyebutkan bahwa potensi pengembangan UMKM, khususnya di Papua Barat Daya, cukup besar. Apa lagi dengan adanya fokus kepada pariwisata yang bisa membuat UMKM semakin berkembang signifikan.

Selama ini, Irsan menilai, para pelaku usaha UMKM masih resisten dengan AI. Untuk itu butuh anak-anak muda yang bisa memanfaatkan AI sehingga bisa memfasilitasi dan membangun koneksi AI dengaa UMKM. "Faslitator AI ini juga memiliki pendekatan lokal dengan pelaku usaha kecil agar bisa lebih diterima," katanya.

Selama pelatihan, peserta didampingi dua pemateri yaitu Program Director DIFI, Irsan Nasution dan Joshua Siahaan,

Vice President DKK Consulting. Anak-anak muda yang nantinya menjadi AI Facilitator ini akan mendapat insentif saat mendampingi UMKM selama satu bulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....