Kain Tenun Papua sebagai Identitas Budaya Papua
- 31 Jan 2025 08:51 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong : Kain Timor yang di jadikan sebagai tradisi Papua sejak ratusan tahun lalu membuat segelintir masyarakat asli Papua terbersit menciptakan tenun asli Papua. Marlensi, seorang pengrajin yang masih bertahan sejak tahun 2003 usai dia menyelesaikan kuliah.
“Dulu saya pulang kuliah dari Jayapura,saya pulang,saya terpikir kenapa kain tenun ini bukan kita sendiri yang buat. Saya cari tahu di mana tempat buat ajar cara tenun,akhirnya saya dapat dari dinas pemberdayaan perempuan di Kota,satu bulan lebih saya latihan,dan sampai sekarang di rumah saya sendiri kami mandiri 7 orang. Malah saya sampai di bawa kalau ada pameran di Jawa di daerah lain" cerita Marlensi
Marlensi bahkan mengajak perempuan Papua lain untuk lestarikan kain tenun khas Papua,sehingga tidak perlu lagi menggunakan kain Timor sebagai mas kawin atau untuk upacara adat lain, karena harganya lebih sedikit murah namun seiring waktu corak dan jenis kain di sesuaikan dengan suku suku yang ada di wilayah Papua Barat Daya.
“Sekarang ini sudah banyak saya produksi menyesuaikan dengan suku yang ada,baik Moi,Maybrat,Tambraw dan Tehit,jadi besok besok kita sebut saja kain tenun Papua,bukan lagi Timor. Saya punya cucu saja sekarang sudah jadi binaan dari Pertamina,apalagi torang masih dengan cara tradisional, dan kalau ada orang yang beli sa puya jualan kain,sa akan bilang terima kasih sudah sudah jaga torang punya budaya” kata Marlensi.
Kain Timor sudah pasti masih ada sebagai tradisi sejak ratusan tahun lalu, namun Kain tenun Papua akan selalu ada saat ini hingga dimasa yang akan datang,dan akan menjadi sejarah bagi generasi Papua mendatang.