Strategi Menabung di tengah Kenaikan Biaya Hidup
- 14 Jul 2026 08:35 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong- Di tengah kenaikan biaya hidup, masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk memenuhi kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga tagihan bulanan. Sementara pendapatan belum tentu ikut bertambah. Kondisi seperti ini membuat seseorang seringkali sulit untuk menabung. Padahal di tengah kebutuhan yang terus meningkat, memiliki tabungan jadi hal yang sangat penting untuk menghadapi situasi darurat.
Menabung bukan hanya untuk membeli barang impian atau berlibur. Namun uang yang disisihkan bisa untuk menghadapi pengeluaran dadakan seperti biaya kesehatan, perbaikan kendaraan, atau saat kehilangan pekerjaan. Dengan memiliki dana darurat, seseorang tidak lagi perlu bergantung pada utang saat harus memenuhi kebutuhan mendesak. Ada beberapa strategi untuk menabung di tengah kenaikan biaya hidup.
1. Menyusun Anggaran Berdasarkan Prioritas
Anda bisa memulai dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan bulanan. Anda bisa memisahkan mana pengeluaran untuk kebutuhan pokok dan keinginan. Dengan cara ini bisa membantu anda mengetahui pos mana yang bisa dikurangi tanpa mengurangi kualitas hidup. .
2. Menerapkan Prinsip "Bayar Diri Sendiri Terlebih Dahulu"
Saat anda menerima gati, penting bagi anda untuk menyisihkan terlebih dahulu untuk tabungan sebelum menggunakan untuk keperluan lainnya. Meski hanya sekitar 5-10 persen dari penghasilan, namun kebiasaan rutin ini bisa membuat tabungan semakin banyak.
3. Mengurangi Pengeluaran Impulsif
Kemudahan pembayaran secara cashless seringkali mendorong seseorang untuk belanja impulsif. sebelum membeli sesuatu penting untuk menanyakan pada diri sendiri apakah barang yang akan dibeli merupakan kebutuhan atau keinginan.
4. Mengevaluasi Langganan Bulanan
Periksa kembali layanan berlangganan seperti aplikasi hiburan, keanggotaan, atau layanan digital lainnya. Hentikan layanan yang jarang digunakan agar dana tersebut dapat dialihkan ke tabungan.
5. Menggunakan Metode Anggaran yang Sederhana
Ada satu metode yang populer yakni pembagian anggaran 50-30-20. 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi. Persentase tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, terutama jika biaya hidup sedang meningkat.
6. Menyiapkan Dana Darurat
Selain tabungan rutin, siapkan dana darurat. Dana ini berfungsi sebagai pelindung ketika terjadi kondisi yang tidak direncanakan sehingga tujuan keuangan tetap terjaga.
7. Cari Sumber Penghasilan Tambahan
Jika kesulitan menabung padahal sudah menekan biaya hidup seefisien mungkin, anda bisa mempertimbangkan untuk mencari pemasukan tambahan. Misalnya melalui pekerjaan lepas, menjual produk secara online, atau memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk membuka jasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....