Cara Mengatur Keuangan di Era Cashless

  • 10 Mei 2026 06:40 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong- Di era perkembangan teknilogi seperti sekarang ini transaksi non-tunai atau cashless sudah menjadi bagian dari kehidupan. Banyak jenis transaksi yang menggunakan cashless seperti saat berbelanja online, pembayaran QRIS, dompet digital, dan saat berlangganan aplikasi digital. Semua transaksi tersebut bisa dilakukan hanya lewat ponsel dengan sekali sentuh.

Rasanya memang praktis. Transaksi pun jadi lebih mudah. Kita tidak perlu diribetkan dengan mengambil uang di ATM secara berkala. Namun dibalik kemudahan tersebut kita juga seringkali tidak menyadari berapa pengeluaran kita. Dengan cashless ini kita seringkali sulit mengendalikan pengeluaran. Kita menjadi tidak merasa kehilangan uang seperti saat kita menggunakan uang tunai. Untuk itu kita perlu kembali mengatur keuangan kita di era cashless ini.

  1. Mencatat pengeluaran secara digital

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengetahui kemana uang pergi adalah pencatatan digital. Catatlah seluruh transaksi baik QRIS, transfer bank, e-wallet, maupun kartu debit. Dengan mencatatnya kita bisa melihat bagaimana konsumsi kita. Apabila ada kebocoran dana pasti akan kelihatan.

2. Memisahkan rekening sesuai fungsi

Penting bagi kita untuk memiliki rekening lebih dari satu. Hal ini berguna untuk memisahkan rekening mana yang diperuntukan untuk kebutuhan utama, tabungan, dan hiburan. Cara ini bisa mengontrol pengeluaran dan tidak mengganggu dana penting. Rekening utama bisa untuk gaji dan kebutuhan bulanan, e-wallet untuk jajan dan hiburan, serta rekenning lainnya untuk tabungan yang jarang digunakan untuk transaksi.

3. Menetapkan batasan pengeluaran

Di era transaksi digital ini membuat kita mudah mengeluarkan uang untuk belanja. Untuk itu beri batasan pengeluaran setiap bulannya. Misal makan di luar maksimal 500 ribu, belanja online 300 ribu, dan kebutuhan hiburan 150 ribu. dengan batasan jelas, maka pengeluaran akan lebih terkontrol.

4. Hindari terlalu banyak payleter

Payleter hanya digunakan saat kondisi mendesak. Jika paylater digunakan tanpa kontrol hanya akan menambah beban hutang. Banyak orang yang terjebak paylater hingga kesulitan membayar. Gunakan paylater untuk kebutuhan penting, pastikan cicilannya tidak melebihi kemampuan finansial.

5. Waspada promo dan diskon

Sebelum berbelanja atau bertransaksi lebih baik kita bertanya pada diri sendiri apakah ini benar-benar kebutuhan kita atau hanya keinginan. Hal ini terjadi karena terkadang kita tergiur promo atau diskon di e-commerce dengan pembayaran digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....