Kenapa Verifikasi Bank Pakai Nama Ibu Kandung

  • 02 Jul 2025 14:26 WIB
  •  Sorong

KBRN, Teminabuan : Ditengah kecanggihan teknologi dan sekuritas, salah satu pertanyaan pas kita mengisi data bank atau lapor informasi perbankanalah informasi yang diminta oleh petugas adalah siapa nama ibu kandung sebelum menikah.

Mungkin anda bertanya-tanya, apa sih hubungannya nama ibu kandung dengan Bank. Apakah seperlu itu sehingga harus ditanyakan setiap kali berhubungan dengan Bank? Sebenarnya, bukan tanpa alasan Bank menanyakan nama ibu kandung. Hal itu merupakan salah satu langkah untuk mengamankan rekening anda di Bank.

Di lansir dari Ccm.net, ternyata ini sudah di pakai sejak tahun 1882, di tahun itu Frank Miller mengembangkan system keamanan “ Miller’s Codebook” , yang mencakup penggunaan nama ibu kandung dalam sistem autentikasi pengiriman uang melalui telegraf antar bank, dan ini bermula di Eropa.

Kenapa bukan nama Ayah ? karena sebagian orang tidak memiliki ayah atau tidak mengenal ayahnya. Hal itu menjadikan nama ayah kurang dapat diandalkan sebagai identitas yang universal. Apalagi pada negara tertentu, seorang wanita memiliki anak tanpa ayah itu sudah menjadi hal biasa. Sehingga pemilihan nama ibu kandung adalah hal yang tepat.

Patriarki juga membudayakan wanita untuk mengganti namanya saat sudah menikah. Jadi nama gadis ibu itu jarang diketahui publik. Sebab itu, banyak institusi keuangan di luar negeri yang memilih untuk menggunakan nama gadis ibu kandung dalam sistem verifikasi mereka. Asumsinya nama tersebut lebih unik dan sulit ditebak oleh pihak luar.

Namun beberapa pihak menganggap pertanyaan itu sudah tidak relevan. Di era yang serba digital seperti sekarang, orang bisa mengakses informasi data diri dari internet atau media sosial, termasuk nama ibu kandung.

Salah satu yang menyangsikan relevansi kerahasiaan nama gadis ibu kandung adalah Konsultan Keuangan dan Kolomnis NerdWallet, Liz Weston. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini.

Menurutnya, saat ini tak perlu menjadi hacker untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan itu. Banyak orang memposting informasi pribadi di media sosial dan terhubung dengan keluarganya, termasuk ibu kandungnya.

Meski dianggap sudah tidak relevan, beberapa Negara masih menggunakna sistem ini, termasuk perbankan Indonesia masih menggunakan pertanyaan itu sebagai ‘superpassword’. Namun kini ditambah dengan berbagai macam mekanisme digunakan untuk lebih melindungi informasi, rekening Bank, dan data pribadi.

Rekomendasi Berita