Pelatihan Kewirausahaan Digital untuk Dorong UMKM OAP
- 18 Des 2025 09:50 WIB
- Sorong
Ketua Yayasan Laga Vos Malamoi Barnike S. Kalami, menjelaskan bahwa pelatihan ini lahir dari kepedulian yayasan terhadap perubahan zaman yang menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi dan memahami teknologi digital.
“Kami tergerak untuk melakukan pelatihan kewirausahaan dan pendidikan digital berbasis marketing karena melihat perkembangan zaman saat ini sudah berada di era digitalisasi. Sebagai pelaku usaha, khususnya UMKM, kita perlu berinovasi dan memahami digital marketing,” ujar Barnike S Kalami.
Ia menuturkan, pemahaman tentang digital marketing sangat penting agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga mampu memasarkan produk tersebut secara lebih luas.
“Dengan mengerti digital marketing, pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sekaligus memperluas pemasarannya. Sekarang pemasaran itu bukan hanya face to face, tetapi juga melalui media digital yang bisa digunakan untuk transaksi jual beli,” jelasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 100 peserta dengan menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidang kewirausahaan dan pemasaran digital.
“Untuk kegiatan hari ini, jumlah peserta yang hadir sebanyak 100 orang dengan empat narasumber,” katanya.
Terkait peserta, Barnike menjelaskan bahwa terdapat beberapa klasifikasi dalam proses seleksi. Peserta terdiri dari pelaku usaha yang sudah merintis usaha, pemuda dan remaja yang baru memulai usaha, serta mereka yang memiliki minat untuk berwirausaha.
“Peserta kami pilih berdasarkan beberapa kategori, mulai dari pelaku usaha yang sudah berjalan, pemuda yang baru merintis, sampai mereka yang punya minat dan ketertarikan di bidang usaha,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah Orang Asli Papua (OAP). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat daya saing pelaku UMKM OAP di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
“Sasaran kami lebih kepada Orang Asli Papua. Bukan untuk diskriminatif, tetapi kita melihat bahwa dibandingkan saudara-saudara kita dari luar, pelaku usaha OAP masih tertinggal. Karena itu kami ingin mendorong mereka agar memiliki jiwa inovatif, daya saing, serta memahami cara menghasilkan dan memasarkan produk,” tegasnya.
Pelatihan kewirausahaan dan digital marketing ini dilaksanakan selama tiga hari, terhitung mulai 16 hingga 18 Desember 2025. Yayasan Laga Vos Malamoi berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mencetak pelaku usaha OAP yang mandiri, adaptif, dan mampu bersaing di pasar digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....