Perkuat Kapasitas Kader Posyandu melalui Kartu Konseling 5 Langkah

  • 29 Sep 2026 11:39 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Aimas - Universitas Nani Bili Nusantara Sorong melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM bertajuk 'Penguatan Penerapan Kartu Konseling 5 Langkah bagi Kader Posyandu Peduli ‘Aisyiyah Kampung Warmon Kokoda, Kabupaten Sorong'.

Kegiatan ini dipusatkan di Rumah Adat Kampung Warmon Kokoda, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya dengan menyasar kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat ditingkat kampung.

Penguatan Kartu Konseling 5 Langkah merupakan salah satu kegiatan turunan dari program utama PKM 'Intervensi Penurunan Angka Stunting melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Kader Posyandu di Kampung Warmon Kokoda, Kabupaten Sorong'.

Program ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong.

Ketua Tim Pelaksana PKM, Doni Sudibyo, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada kader, tetapi juga memperkuat keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam pelayanan Posyandu.

“Melalui Kartu Konseling 5 Langkah, kami berharap kader memiliki instrumen yang sederhana, sistematis, dan mudah digunakan dalam kegiatan konseling kepada masyarakat,” ujar Doni Sudibyo, Sabtu 26 September 2026.

Menurutnya, kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

“Penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dari intervensi yang kami lakukan. Ketika kader semakin terampil dalam melakukan konseling, kita berharap pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak, pola asuh, dan pencegahan stunting juga semakin meningkat” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui penerapan Kartu Konseling 5 Langkah dalam pelayanan Posyandu secara berkelanjutan.

Selain itu, Tim PKM LPPM UNBN Sorong juga memberikan bantuan alat kesehatan berupa Antropometri Kit Digital terstandar, paket buku saku konseling stunting dan dasrboard digital reporting Posyandu.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, program PKM ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan Posyandu sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kampung Warmon Kokoda dan Kabupaten Sorong.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....