jelang HUT RI ke-81, Penjualan Bendera di Sorong Turun 30-40 Persen

  • 26 Agt 2026 07:27 WIB
  •  Sorong
Poin Utama
  • Tingkat penjualan bendera dan pernak-pernik Agustusan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

RRI.CO.ID, Sorong - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, penjualan bendera dan pernak-pernik Agustusan mulai ramai dijajakan pedagang di sejumlah titik di Kabupaten Sorong. Meski demikian, tingkat penjualan tahun ini disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Gun Gun, pedagang pernak-pernik 17 Agustus, mengatakan dirinya sudah mulai berjualan sejak 20 Juli. Barang yang dijual bukan hanya bendera, melainkan juga beragam pernak-pernik lain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, seperti umbul-umbul, bandir, slinger, stiker, bendera plastik, bendera spion motor dan mobil, hingga bendera ukuran kecil.

Ia menyebutkan harga barang dagangannya bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp400.000 tergantung jenis dan ukuran.

"Tahun ini masih ada yang laku, tapi kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya jauh menurun. Perbandingannya bisa mencapai 30 hingga 40 persen," kata Gun Gun.

Gun Gun yang telah berjualan bendera sejak tahun 2016 ini mengaku penjualan tahun ini menjadi yang paling sepi selama ia berdagang, bahkan disebut lebih sulit dibandingkan saat pandemi Covid-19. Menurutnya, minimnya peminat turut dipengaruhi oleh masyarakat yang masih menggunakan bendera dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini paling sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya, bahkan saat Corona tidak seperti ini kurangnya peminat. Kendalanya sekarang, banyak yang masih pakai bendera lama," kata Gun Gun.

Di tengah kondisi tersebut, Gun Gun berharap perekonomian dan kondisi bangsa semakin membaik ke depannya.

"Mudah-mudahan negara kita semakin ke sini semakin membaik. Dari sekian lamanya merdeka, mungkin tahun ini yang paling sulit," kata Gun Gun.

Sementara itu, Salma, salah satu pembeli pernak-pernik Agustusan, mengatakan dirinya membeli bendera untuk dipasang di depan kos tempat tinggalnya.

"Untuk saat ini saya belinya bendera saja, untuk dipasang di depan kos," kata Salma.

Ia mengaku membeli bendera bukan karena adanya imbauan resmi dari pemerintah, melainkan sebagai bagian dari tradisi masyarakat Indonesia menjelang Hari Kemerdekaan.

"Untuk imbauan, saya belum dapat untuk saat ini. Ini lebih ke tradisi kita sebagai orang Indonesia, memasang umbul-umbul dan bendera," kata Salma.

Salma berharap Indonesia dapat menjadi negara yang lebih baik ke depannya, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan undang-undang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....