Pelatihan Pemasaran OAP di Gamaro, Dorong Ekonomi Mama-mama
- 05 Mei 2026 11:23 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan — Dinas Dukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelatihan manajemen pemasaran bagi mama-mama dan pemuda Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Gamaro, Distrik Seremuk, Selasa 5 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat kampung, khususnya dalam mengelola dan memasarkan hasil usaha lokal seperti perikanan, kepiting, hingga hasil kebun.
Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kampung, Hengki Saflafo dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan dan pemasaran.
“Selama ini kebiasaan kita, hari ini dapat uang, hari ini juga habis. Melalui pelatihan ini, kita ingin ubah pola pikir itu. Kalau dapat Rp10 ribu, minimal separuh disimpan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran penting mama-mama dalam mengatur ekonomi keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keuangan rumah tangga.
“Sekarang bukan bapak-bapak yang atur, tapi mama-mama yang pegang kendali di belakang. Ini kesempatan mama-mama untuk belajar dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tambahnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi Universitas Muhammadiyah Sorong (Unimuda), yang memberikan materi terkait strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital.
Hengki juga mengajak para pemuda untuk memanfaatkan telepon genggam sebagai sarana bisnis, bukan sekadar untuk komunikasi atau hiburan.
“HP itu sangat berguna. Gunakan untuk promosi hasil usaha lewat media sosial seperti Facebook dan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa lokasi lain, yakni di wilayah Maybrat, Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Sorong, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung.
Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari mama-mama dan pemuda setempat. Namun panitia tetap membuka kesempatan bagi warga lain yang ingin bergabung.
Hengki berharap peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami harap semua aktif bertanya dan belajar, sehingga ilmu ini bisa dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan ini didanai melalui anggaran DIPA Dinas Dukcapil dan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, khususnya pada bidang pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....