Umat Katolik Awali Masa Prapaskah Dengan Rabu Abu

  • 19 Feb 2026 16:13 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Teminabuan- Umat katolik di seluruh dunia, mulai memasuki masa prapaskah yang diawali dengan misa, atau perayaan ekaristi 'Rabu Abu' pada 18 Februari 2026. Termasuk umat katolik di Paroki Santo Albertus Agung Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, mengikuti misa Rabu Abu yang dipimpin oleh Pastor Zepto Triffon Poli'i, Pr.

Pastor Zepto Triffon Poli'i, Pr kepada RRI menyampaikan, masa prapaskah merupakan masa persiapan menyongsong hari raya paskah. Masa prapaskah selalu diawali dengan hari 'Rabu Abu'.

Disampaikan bahwa masa prapaskah yang dilalui umat katolik selama 40 hari, akan diisi dengan kebajikan-kebajikan hidup sebagai orang beriman. Yakni berdoa, berpuasa dan bersedekah.

"Hari ini tanggal 18 Pebruari 2026, merupakan hari Rabu Abu. Rabu Abu merupakan awal masa prapaskah. Dalam masa prapaskah ini, umat katolik akan melewatinya dengan berdoa, berpuasa dan bersedekah," ungkapnya.

Umat Katolik Paroki St. Albertus Agung di Teminabuan penuh hikmat mengikuti misa Rabu Abu, awal masa prapaskah. (Edis/ RRI)

Lebih lanjut Pastor Zepto menjelaskan bahwa pada perayaan rabu abu, setiap umat katolik dapat menerima abu di kepala atau dahi. Hal ini menandakan kefanaan manusia dihadapan Allah, serta tanda pertobatan dengan membangun niat baru, untuk hidup lebih bermakna dan berkenan dihadapan Allah.

"Pada hari Rabu Abu, umat ditandai dengan tanda salib abu di kepala atau di dahi. Itu menandakan hakekat kita dihadapan Tuhan, serta tanda komitmen kita untuk bertobat, memperbaiki diri kita dihadapan Tuhan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....