Sampah Menumpuk, Wabup Raja Ampat Libatkan Forkopimda-LMA Bahas TPA

  • 19 Feb 2026 15:52 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Waisai - Wakil Bupati Raja Ampat Mansyur Syahdan memimpin rapat koordinasi membahas masalah pemalangan atau penutupan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Babur Mayalibit, Distrik Teluk Mayalibit. Akibat pemalangan ini terjadi penumpukan sampah di sejumlah TPS di Distrik Kota Waisai.

Rapat yang digelar di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis, 19 Februari 2026 dihadiri Ketua DPRK Mohammad Taufik Sarasa, Kapolres AKBP Jems Oktavianus Tegai, dan Dandim 1805 Letkol Inf Syahrul Usman. Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua LMA Ambel, Kepala Suku Besar Maya, Kepala Distrik Teluk Mayalibit Hiskia Dam, Kepala Distrik Kota Waisai Alfred Suruan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Adam Malik.

Usai rapat tertutup, Wabup menjelaskan bahwa pemalangan yang dilakukan masyarakat adat sebagai bentuk protes terhadap keberadaan TPA yang tidak dikelola dengan baik. Selama ini sampah yang diangkut dari Distrik Kota Waisai ke TPA hanya ditumpuk tanpa ada pengelolaan lebih lanjut. "Akibatnya masyarakat sekitar TPA yang merasakan dampaknya. Ada bau tidak sedap dan banyak lalat," kata Mansyur.

Mansyur mengaku telah menerima banyak masukan dari masyarakat adat terkait TPA Babur Mayalibit. Pemerintah akan memperhatikan pengelolaan sampah di TPA tersebut mulai tahun 2026 ini. Ada beberapa kegiatan atau program yang akan dilakukan tahun ini untuk memperbaiki tata kelola sampah di TPA.

"Tidak hanya tahun 2026, pada tahun-tahun berikutnya pengelolaan sampah di TPA harus menjadi fokus pemerintah daerah. Selama ini pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran sehingga tidak maksimal untuk mengatasi TPA," katanya.

Wabup berharap paling lambat, Jumat, 20 Februari 2026, TPA sudah bisa dibuka sehingga sampah-sampah di Distrik Kota Waisai bisa kembali diangkut. Pemda bersama LMA akan bertemu dengan tokoh adat yang melakukan pemalangan agar segara bisa dibuka.

"Ini adat jadi yang memasang palang adalah pihak yang harus membukanya kembali. Kami libatkan pimpinan LMA untuk melalukan pendekatan kepada tokoh ada yang melakukan pemalangan, Yafet Dam," kata Wabub.

Usai rapat, Wabup bersama pimpinan LMA serta pejabat teknis terkait, kepala distrik dan kepala Dinas LH melakukan kunjungan ke TPA Babur Mayalibit guna melakukan pendekatan kepada tokoh adat sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....