BPS Raja Ampat Sosialisasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

  • 13 Feb 2026 08:41 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Waisai- Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat akan melaksanakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang direncanakan akan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Kabupaten Raja Ampat Nurhaida Sirun saat sosial Sensus Ekonomi dan FGD penyusunan Raja Ampat dalam Angka 2026 di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja Ampat, Kamis, 12 Februari 2026.

"Nantinya, petugas-petugas kami akan turun ke setiap kampung di seluruh distrik yang ada di Kabupaten Raja Ampat untuk mendata seluruh unit usaha yang ada, mulai dari usaha berskala besar sampai dengan usaha berskala mikro," kata Nurhaida.

Menurut dia, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi dan perencanaan pembangunan, baik di

tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi sangat membutuhkan dukungan, koordinasi, dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dan OPD.

Stastisi BPS Raja Ampat Haidar Nabil, dalam pemaparannya mengatakan, Sensus Ekonomi tahun 2026 merupakan sensus kelima sejak pertama kali digelar tahun 1986. Tujuan Sensus Ekonomi adalah menyediakan data dasar sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.

Ia menerangkan tahapan SE dilakukan sejak tahun 2024 mulai dari uji coba, publisitas, dan dilanjutkan dengan pendataan awal dari sejumlah OPD. Pendataan lengkap akan dilakukan oleh mitra yang nantinya mendatangi setiap bangunan, unit usaha, dan rumah tangga di Raja Ampat pada Mei mendatang.

"Kegunaan Sensus Ekonomi adalah untuk mendapatkan informasi pasar lebih akurat, perencanaan bisnis yang lebih baik, identifikasi peluang investasi, dan penguatan daya saing," kata Nabil.

Ia menambahkan Sensus Ekonomi akan memberikan gambaran secara menyeluruh bagaimana dunia usaha dan aktivitas perekonomian di Raja Ampat. Data dari sensus yang dihasilkan bukan hanya milik BPS, tapi bisa dipakai bersama lintas instansi, kementerian, dan lembaga lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....