Menikmati Transportasi Tradisional di Pulau Doom
- 18 Agt 2024 11:58 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong : Transportasi darat di pulau Doom, jauh berbeda dengan kota Sorong yang penuh kebisingan mesin transportasi. Walaupun pulau Doom di masa zaman penjajahan Belanda sebagai pusat pemerintahan pertama di Sorong, namun perkembangan Pembangunan dan transportasi darat tidak secepat kota Sorong raya. Arsitektur bangunan peninggalan Belanda masih berdiri kokoh. Walaupun terlihat ada perubahan hanya direnovasi karena sudah dimakan usia.
Transportasi darat di pulau seluas lima kilo meter itu hanya menggunakan becak untuk mencapai titik tujuan. Walaupun terlihat kendaraan roda dua, hanya beberapa unit saja. Masyarakat setempat maupun pengunjung lebih senang menggunakan jasa tukang becak.
“Bapa, naik disini saja nanti saya antar” kata pria setengah baya dengan sopan menyapa peserta upacara HUT RI ke 79.
Pada momen HUT RI ke 79 yang di pulau Doom, becakpun dihiasi dengan ornament kemerdekaan. Bendera merah putih berukuran kecil ikut menghiasih seluruh becak yang digunakan pengunjung maupun peserta upacara. Sinar matahari mulai terasa menusuk kulit pada jam 09.00 sampai jam 11.00 waktu Indonesia Timur, tak menyurutkan semangat penarik becak, walaupun wajah dan baju yang dipakai sudah basah dengan keringat.
“Bapa bayar berapa” tanya saya kepada pak Umar. “Ah, tidak bayar bapa” jawab pak Umar usai mengantar saya di lapangan sepak bola Merdeka pulau Doom.
/2ys68venz40e5jf.jpeg)
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, ternyata penarik becak sudah dibayar pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk melayani tamu atau peserta upacara bendera 17 Agustus 2024. Bukan hanya penarik becak. Para motoris atau pemilik perahu jonson sudah di bayar pemerintah daerah melayani penumpang. Sama halnya dengan becak, perahu motor yang menghubungkan pelabuhan kota Sorong dan Pelabuhan di pulau Doom dihiasih bendera merah putih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....