Apakah Memukul Anak Boleh Atau Tidak
- 25 Jul 2024 21:59 WIB
- Sorong
KBRN, Teminabuan; Mendisiplinkan anak menjadi hal yang menantang bagi banyak orang tua. Saat si kecil tumbuh besar, amukan dan tuntutannya juga akan meningkat. Amukan dan sifat memberontaknya mungkin membuat orang tua tak sabar. Kadang kondisi itu membuat orang tua secara tak sengaja memukul anak.
Pukulan adalah salah satu bentuk tipe hukuman untuk membangun disiplin anak & mengoreksi perilaku anak. Apakah anak yang dipukul ketika masih kecil menjadi lebih agresif dan emosional? Bagaimana pukulan yang dilakukan orangtua menjadi metode yang tepat dan benar? Pada bagian tubuh yang mana sebaiknya pukulan dilakukan? Apakah ada usia kapan kita mulai memukul anak.
Menurut Gerna Situmeng MA Counseling, ACC, Koordinator Komunitas Coach Cherish Indonesia, agar hukuman fisik kepada anak menjadikan anak ini disiplin maka orang tua harus kesampingkan kemarahan yang disertai kemarahan orangtua adalah berbahaya dan tidak produktif dalam proses koreksi. Dalam hal ini kemarahan orang tua dapat merusak anak dan merusak hubungan orang tua – anak. Memukul dan kemarahan adalah faktor yang terpisah, sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda tentang memukul. Bukan memukul yang berbahaya, melainkan kemarahan yang sering menyertainya. Pukulan yang dilakukan orangtua yang penuh kasih, satu pukulan yang tepat merupakan jalan yang pendek dan efektif untuk memperbaiki suatu sikap.
Hukuman fisik jika dilakukan dengan penuh kasih dan tepat , mendatangkan keuntungan bagi seorang anak karena hal itu selaras dengan alam. Hukuman menjadi efektif dalam konteks hubungan orangtua dan anak sehat, bagaimana anak dapat belajar dan makna dari peritiwa itu.Misalnya anak yang berusia dua tahun menarik taplak meja dan diatasnya ada sebuah vas bunga yang pecah mengenai daerah diantara dua matanya. Dari rasa sakit ini, anak belajar bahwa menarik taplak meja adalah sesuatu yang berbahaya jika ia tidak mengetahui apa yang ada diatasnya. Ketika anak memainkan air panas pada dispenser dengan cepat anak mempelajari bahwa panas harus dperhatikan. Selanjutnya anak tidak akan pernah lagi memainkan air panas pada dispenser.Pelajaran yang sama anak pelajari ketika menarik ekor anjing dan langsung mendapatkan gigitan. Selama masa kanak-kanak, ia biasanya mengumpulkan benturan, memar, goresan dan luka bakar kecil, masing-masing mengajarkan kepadanya batasan kehidupan.Apakah pengalaman-pengalaman ini membuatia menjadi pribadi yang keras? Tidak! Rasa sakit yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tersebut mengajarkan kepadanya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.
Hukuman fisik kepada anak sebaiknya jangan selalu sering dilakukan , tetapi karena beberapa masalah tertentu, orang tua tak sengaja memukul anak. Namun, tahukah bahwa ada beberapa bagian tubuh anak yang tidak boleh dipukul? Pukulan pada bagian tubuh tertentu dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan anak, karena masih sangat sensitif. Dampaknya bermacam-macam, salah satunya termasuk risiko kejang.
Dikutip dari Parents, American Academy of Pediatrics (AAP) bahkan sama sekali hukuman fisik seperti pukulan pada anak. Mereka merekomendasikan orang tua sebaiknya menggunakan strategi disiplin lain, termasuk menjadi panutan untuk perilaku yang baik.
Jika secara terpaksa anak perlu diberikan hukuman fisik seperti dipukul, ketahui dulu bahwa ada beberapa bagian tubuh yang perlu dihindari. Berikut ulasannya seperti dilansir berbagai sumber:
1. Bagian belakang kepala
Menurut The Royal Children’s Hospital Melbourne, memukul kepala anak, terutama di bagian belakang berisiko bisa membuatnya mengalami gegar otak. Risiko lainnya yakni gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, mengalami kejang, muntah, hingga hilang kesadaran.
2. Telinga
Telinga juga menjadi salah satu bagian tubuh anak yang tidak boleh dipukul. Dikutip dari Kids Health, cedera telinga dapat memengaruhi pendengaran dan juga keseimbangan anak. Gangguan pendengaran ringan atau sebagian bahkan dapat memengaruhi seberapa baik anak berbicara dan memahami bahasa. Masalah dengan keseimbangan juga dapat memengaruhi kemampuan anak bergerak.
3. Pelipis
Tahukah anda bahwa pelipis memiliki bagian dinding yang sangat tipis dan mudah retak? Ya, oleh sebab itu, pukulan di area ini dapat berisiko mengganggu saraf penglihatan Si Kecil.Maka dari itu, pelipis juga termasuk menjadi salah satu bagian tubuh anak yang tidak boleh dipukul.
4. Hidung
Bagian hidung memiliki banyak pembuluh darah, sehingga akan sangat berbahaya jika dipukul , Dikutip dari Healthy Children, cedera hidung apalagi jika sampai banyak mengeluarkan darah atau terlihat tidak pada tempatnya juga tak boleh disepelekan
5. Punggung
Bagian tubuh anak yang tidak boleh dipukul berikutnya yakni punggung. Alasannya, punggung memiliki banyak saraf yang penting bagi keseluruhan sistem tubuh. Jika saraf ini terkena dampak saat terpukul, beberapa sistem termasuk keseimbangan juga dapat terganggu.Pada anak-anak, terutama yang masih berusia kecil, bagian tulang belakangnya masih belum tumbuh sempurna. Maka dari itu, pukulan di bagian punggung pun sebaiknya dihindari.
6. Perut
Menurut US National Library of Medicine National Institutes of Health, perut merupakan salah satu bagian tubuh yang fatal apabila terkena pukulan. Termasuk pada anak-anak. Ini karena perut terhubung dengan beberapa organ vital lainnya termasuk usus, pankreas, dan sistem pencernaan. Cedera di bagian perut pun bisa berakibat serius pada kesehatan anak.
Lalu sebaiknya pada bagian mana Hukuman Fisik pada anak di lakukan ? Sebaiknya dibatasi pada daerah bokong, di mana luka menetap sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Orangtua tidak boleh memukul bagian kulit anak yang tidak terlindungi pakaian.
Masih menurut Gerna Situmeng MA Counseling, ACC, anak bisa di beri hukuman fisik Saat anak sudah bisa mengetahui apa yang orangtua perintahkan kepada mereka untuk dilakukan atau tidak.Biasa usia 18 bulan, Dengan demikian anak sudah dapat dimintai pertanggungan jawab secara lembut atas perilaku mereka.Misalnya seorang anak mengulurkan tangannya untuk memegang stop kontak listrik atau sesuatu yang melukai dirinya, Orangtu berkata “Jangan: tetapi anak hanya memandang dan terus mengulurkan tangannya untuk meraih benda itu. Jika anak tetap bersikeras, tepuk jari-jarinya hanya untuk membuat sadar.Sedikit rasa sakit cukup berarti pada usia tersebut dan mulai memperkenalkan anak pada kenyataan dunia fisik dan pentingnya mendengarkan apa yang orangtua katakan.
Sebisa mungkin sebagai orang tua kita harus menghindari memukuil anak Jika anak Anda salah, jelaskan kepada mereka apa yang keliru. Buat dia mengerti apa yang dia lakukan salah dan bantu dia memperbaiki lagi. Ingatlah bahwa setiap strategi disiplin harus membuat anak Anda lebih baik dari sebelumnya. Ini berlaku untuk anak-anak dari segala usia, mulai dari balita hingga remaja.(Citra Tangke)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....