Sejarah Pemberitaan Injil dan Peradaban di Tanah Papua

  • 05 Feb 2024 11:09 WIB
  •  Sorong

KBRN, Sorong : Pemerintah dan masyarakat di tanah Papua setiap tahun tidak melewatkan tanggal 5 Februari begitu saja. Bahkan tanggal itu menjadi hari khusus karena tanggal 5 Februari 1855 sebagai titik transformasi dan modernisasi peradaban masyarakat Papua.

Misionaris asal Jerman yang bernama Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler usai mengarungi samudera yang ganas, akhrnya pada tanggal 5 Februari 1855 mereka berhasil menginjakan kaki di pulau Mansinam Papua.

Kondisi kehidupan masyarakat Papua saat itu masih primitif bila di bandingkan penduduk di Batavia, Makasar dan Ternate, sebagai tantangan dua minionaris itu dalam memberitakan firman Tuhan. Namun seiring berjalannya waktu, Carl dan Johann dapat beradaftasi dan diterima dengan baik penduduk Papua khususnya di pulau Mansinam. Beranjak dari penerimaan itu, Carl Ottouw dan Johann Geissler mulai mengajarkan tugas sebagai penginjil. Setahun berlalu yaitu 1856, Ottouw dan Geissler membuka sekolah dasar pertama di Mansinam yang kemudian disusul dengan berdirinya sekolah-sekolah lain di Papua.

Atas jasah Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Geissler memberitakan injil dan membangun sekolah pertama di tanah Papua, pemerintah dan masyarakat menetapkan tanggal 5 Februari sebagai hari injil masuk di tanah Papua. Selain di tetapkan sebagai hari libur, untuk menghormati jasa dua misionaris pertama menyebarkan ijil di Papua, pemerintah membangun monument di pulau Mansinam sebagai peringatan jasa Carl dan Johann.(James A)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....