Anak SMP Yapis Berkarya Lewat Inovas Mengisi Jam Kosong di Hari Jumat

  • 24 Okt 2024 04:21 WIB
  •  Sorong

KBRN, Sorong Selatan : Salah satu Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 10, Aminallah Heremba, menciptakan program inovatif bernama "Asyaber" atau Anak SMP Yapis Berkarya, yang kini menjadi sorotan di SMP Yapis Sorong Selatan. Program ini dirancang untuk mengisi jam kosong di hari Jumat dengan kegiatan kreatif dan edukatif yang melibatkan siswa, guru, wali kelas, hingga komunitas seni setempat.

Dalam program ini, siswa diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti menanam tanaman, mendengarkan cerita rakyat (mob), menari, membuat kerajinan sisir bambu, menggambar, hingga memanfaatkan daun nipah untuk membuat atap. Asyaber bekerja sama dengan sanggar tari Unsar untuk mengajarkan tarian tradisional kepada siswa, dengan tujuan mempersiapkan mereka menghadapi ujian kelas 3 sekaligus melestarikan budaya lokal.

"Inovasi ini saya buat untuk mengisi waktu kosong di hari Jumat. Kegiatan ini hanya dilakukan sebulan sekali agar siswa punya waktu untuk belajar menari dan mempersiapkan ujian mereka. Semua siswa terlibat, termasuk para guru dan wali kelas," ujar Aminallah Heremba.

Aminallah berharap program Asyaber ini bisa menjadi program sekolah yang berkelanjutan. Meskipun tantangan finansial dan konsistensi tetap ada, semangat dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar inovasi ini bisa terus berjalan.

Sementara itu, kegiatan ini menjadi bagian dari "Rencana Kerja dan Panen Hasil Belajar" yang digelar dalam rangka Pembelajaran Tatap Muka 4 Program Pendidikan Guru Daerah Khusus (PGP) Angkatan 10. Acara ini diselenggarakan sejak 20 hingga 24 Oktober di Gedung Rektorat Universitas Werisar, Sorong Selatan.

Ketua BGP Provinsi Papua Barat, Toni Supriyadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini dan peran penting yang dimainkan Sorong Selatan dalam mengawal Program Guru Penggerak. "Program ini membuktikan bahwa Sorong Selatan sangat serius mengembangkan pendidikan dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya lokal. Guru-guru harus terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang relevan bagi siswa," tegasnya.

Dengan adanya inovasi Asyaber, diharapkan siswa di SMP Yapis tak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang berharga, tetapi juga dapat menumbuhkan kreativitas dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....