Mengenal Ritual Sapi Merah dalam Tradisi Yahudi
- 22 Jun 2026 17:16 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID Teminabuan— Sapi merah atau red heifer terus menarik perhatian dunia karena kedudukannya yang sangat sakral sekaligus langka dalam ritual penyucian sejarah keagamaan. Ritual kuno ini dipercaya oleh sebagian kelompok sebagai elemen penting yang berkaitan erat dengan persiapan rekonstruksi Bait Suci Ketiga di Jerusalem.
Berdasarkan data yang dari artikel Wikipedia, red heifer (bahasa Ibrani: pārā 'ădummā) adalah sapi betina cokelat kemerahan yang digunakan oleh para imam zaman Alkitab untuk ritual penyucian. Kitab Taurat merinci bahwa sapi kandidat tersebut wajib memenuhi kriteria tanpa cacat, tanpa bercak warna lain, serta belum pernah dipasang kuk ataupun diperas susunya.
Ketentuan ini diperketat dalam traktat Mishnah Parah yang menyebutkan bahwa keberadaan dua helai rambut hitam saja dapat langsung membatalkan keabsahan sapi merah tersebut. Selain itu, sapi ini harus lahir melalui proses persalinan alami karena kelahiran lewat operasi sesar dinilai tidak sah.Saking tingginya anomali biologis yang dibutuhkan, hewan ini berstatus sangat langka dalam sejarah. Tradisi Yahudi mencatat hanya ada sembilan ekor sapi merah yang pernah dikorbankan sejak zaman Nabi Musa hingga hancurnya Bait Suci Kedua. Di era modern, upaya pencarian dan pengembangbiakan sapi merah yang memenuhi kriteria absolut ini masih terus berjalan demi mewujudkan kembali ritual sakral masa lalu tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....