Kerap Dipakai ternyata Ini Kepanjangan Kata 'OK' yang Banyak Absen

  • 23 Mei 2026 13:44 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong- Pernahkah Anda menghitung berapa kali Anda mengucapkan atau mengetik kata "OK" dalam sehari, mulai dari membalas pesan bos di WhatsApp, menyetujui ajakan teman, hingga mengonfirmasi menu makanan, kata dua huruf ini seolah menjadi "bahasa universal" di seluruh dunia.

Namun, di balik kepopulerannya, mayoritas orang ternyata tidak tahu bahwa "OK" sebenarnya adalah sebuah singkatan. Lebih mengejutkannya lagi, singkatan ini lahir dari sebuah tren guyonan atau candaan salah ketik (plesetan) ratusan tahun lalu.

Berawal dari Tren Candaan Bahasa di Tahun 1830-an

Bukan berasal dari bahasa gaul modern, kata "OK" pertama kali terlacak dalam sejarah pada tanggal 23 Maret 1839, ini berdasarkan penelitian etimolog terkemuka dari Universitas Columbia, Allen Walker Read, kata ini pertama kali muncul di surat kabar Boston Morning Post.

Pada masa itu, para penulis dan jurnalis di Amerika Serikat sedang menggandrungi tren menulis singkatan-singkatan lucu yang sengaja disalah-eja.

Kepanjangan asli dari OK adalah "Oll Korrect".

Ini merupakan pelesetan sengaja dari frasa "All Correct" (artinya: semua benar/semua beres). Karena tren humor saat itu, mereka mengganti huruf depan A menjadi O, dan C menjadi K.

Mengapa Bisa Sangat Populer dan Mendunia?

Jika awalnya hanya sebuah candaan internal jurnalis di Boston, bagaimana bisa kata "OK" mendunia dan bertahan hampir dua abad? Ada dua faktor utama yang mendorong popularitasnya:

  • Kampanye Politik Pemilu AS (1840): Setahun setelah kemunculannya, kata ini diadopsi dalam kampanye presiden Martin Van Buren. Sang presiden memiliki julukan "Old Kinderhook" (sesuai tempat lahirnya di New York). Pendukungnya pun mendirikan klub bernama The OK Club. Penggabungan antara "Oll Korrect" dan "Old Kinderhook" ini membuat kata OK semakin melekat di benak masyarakat.
  • Penemuan Telegraf: Kata OK terbukti sangat berguna saat teknologi telegraf ditemukan. Karena strukturnya yang pendek, tegas, dan mudah dikirim dalam kode Morse (• • • – • –), kata ini resmi diadopsi oleh industri kereta api dan operator telegraf sebagai tanda bahwa pesan telah diterima dengan aman dan kondisi "semua beres".

Evolusi Menjadi Versi "Okay"

Seiring berjalannya waktu dan menyebarnya kata ini ke seluruh dunia, masyarakat mulai mengejanya secara fonetik menjadi "Okay".

Kini, kata yang lahir dari sekadar lelucon salah eja di ruang redaksi abad ke-19 itu telah menjadi kata yang paling sering diucapkan di planet bumi, melintasi batas negara dan bahasa. Jadi, setiap kali Anda mengetik "OK" hari ini, Anda sebenarnya sedang melestarikan tren meme verbal dari tahun 1830-an!

Bagaimana, apakah Anda termasuk salah satu orang yang baru tahu arti asli dari kata "OK" ini?

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....