Dongeng Papua, Warisan Cerita yang Mengajarkan Nilai Kehidupan dan Cinta Alam

  • 09 Mei 2026 18:13 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Di tengah perkembangan teknologi dan budaya modern, kehadiran buku cerita dan dongeng Papua menjadi sangat penting untuk menjaga identitas budaya lokal. Buku-buku tersebut dapat menjadi media literasi yang memperkenalkan budaya Papua kepada anak-anak sejak dini, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan daerah sendiri.

Pendiri Komunitas Pinjam Pustaka kota Sorong, Dayu memperkenalkan beberapa buku dongeng Papua yang kaya akan nilai budaya dan pesan moral yang menyentuh hati yakni ‘Lusi dan Aplena dari Teluk Mayalibit, Raja Ampat’ dan ‘Masarasenani dan Matahari’.

Dayu menjelaskan buku dongeng Lusi dan Aplena dari Teluk Mayalibit, Raja Ampat mengisahkan tentang 2 anak bersaudara dengan keseharian mereka di Teluk Mayalibit. Sedangkan buku dongeng Masarasenani dan Matahari Adalah cerita rakyat dari daerah Windesi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Cerita ini tentang adanya konflik antara matahari dan manusia, karena tokoh yang bernama Masarasenani bersama masyarakat merasa tidak punya cukup waktu untuk mengumpulkan bahan makanan.

“Cerita dari Lusi dan Aplena ini tentang 2 anak bersaudara yang diajak orangtuanya untuk melaut. Mereka akan mencari kerang, ikan kemudian memasaknya untuk dimakan. Dalam proses mencari kerang yang nanti akan dimasak bersama papeda.

Sedangkan Masarasenani dan Matahari menceritakan tentang adanya konflik antara matahari dan manusia, konflik terjadi karena tokoh Masarasenani bersama masyarakatnya merasa tidak punya cukup waktu untuk mengumpulkan bahan makanan. Baru cari beberapa jam matahari sudah tenggelam jadi matahari siangnya sedikit saja, malamnya lebih lama sehingga mereka kelaparan. "Jadi Masarasenani menyiasati dengan menjerat matahari agar Masyarakat bisa cari makan,” jelasnya

Dia juga menyampaikan nilai filosofis dan pesan moral yang didapat dari kedua buku ini yakni mengajarkan kita akan kepedulian terhadap alam, pentingnya menjaga nilai budaya masyarakat Papua serta kehidupan yang seimbang antara manusia dengan alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....