Warisan Budaya tak bendasebagai identitas Bangsa Indonesia

  • 05 Apr 2026 14:08 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong : Berbagai hasil praktik, perwujudan, ekspresi, pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan lingkup budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi secara terus menerus melalui pelestarian dan atau penciptaan kembali serta merupakan hasil kebudayaan yang berwujud budaya tak benda setelah melalui proses penetapan Budaya Tak Benda (Permendikbud Nomor 106 tahun 2013)

Melansir GNFI, mengenal Warisan Budaya Tak benda, kekayaan Indonesia lintas generasi objek pemajuan kebudayaan (OPK) terdiri dari Tradisi Lisan, Manuskrip, Adat Istiadat, Ritusm Pengetahuan Tradisional, Tekonologi tradisional, Bahasa, Permainan rakyat, Olahraga tradisional dan Seni.

Sidang penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2025 di Jakarta, pada Jumat (10/10/2025) menorehkan sejarah baru.

Ada sejumlah WBTb yang telah diinskripsi sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan PBB (UNESCO)

Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang sudah diinskripsi oleh UNESCO antara lain Keris dan Wayang pada tahun 2008, Batik dan Pendidikan dan Pelatihan Batik tahun 2009, Angklung tahun 2010, Tari Saman tahun 2011, Noken pada tahun 2012, Tiga genre Tarian tradisional Bali tahun 2015, Pinisi 2017, Pencak Silat tahun 2019, Pantun 2020, Gamelan tahun 2021, Jamu 2023, Reog Ponorogo, Kebaya dan Kolintang pada tahun 2025.

Pengakuan Internasional atas WBTB penting karena memperteguh jati diri bangsa dan meningkatkan citra Indonesia sebagai negara dengan megadiversity dan mendorong perekonomian dengan mengemas budaya sebagai daya tarik wisata dan ekonomi kreatif.

Tantangan yang saat ini dialami yaitu terbatasnya dokumentasi yang komprehensif, menurunnya minat generasi muda, komodifikasi budaya yang tidak terkontrol, keterbatasan sumber daya, perubahan iklim yang mengubah pola alam tempat lahirnya tradisi, urbanisasi dan klaim sepihak atas hak kekayaan intelektual komunal.

Sedangkan strategi yang dilakukan pemerintah saat ini yakni memperkuat basis data nasional WBTbI secara digital, regenarasi berbasis komunitas dan pendidikan budaya, sinergi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, menempatkan komunitas sebagai actor utama serta memperluas pengakuan internasional bagi WBTbI.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....