Refleksi Jumat Agung: Inti Pengorbanan dan Kasih Tak Terbatas
- 29 Mar 2026 09:20 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID Teminabuan: Umat Kristen di seluruh dunia nantinya akan memperingati Jumat Agung sebagai momen refleksi atas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Peringatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan inti dari ajaran kasih dan penebusan dosa dalam iman Kristen.
Dikutip dari CNBC News (Christian World News), Jumat Agung dipandang sebagai puncak dari ketaatan ilahi, di mana kematian Kristus diyakini sebagai jembatan yang memulihkan hubungan antara manusia dengan Tuhan. Bagi umat kristen, hari hari ini menjadi waktu untuk berpuasa, berdoa, dan merenungkan kembali arti pengampunan yang tak terbatas.
Makna pengorbanan ini tertuang jelas dalam Alkitaba:
Yohanes 3:16:
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Bahkan jauh sebelumnya dalam Kitab Nubuat Nabi Yesaya sudah di tuliskan sebelum Kitab Yohanes 3:16 bahwa Anak Allah akan mengalami penderitaan tersebut,yang mana ayat-ayat tersebut sebagai berikut:
Yesaya 53:2-7:
Ayat 2: “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya”
Ayat 3:”Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.”
Ayat 4:”Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.”
Ayat 5:”Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Ayat 6:”Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.”
Ayat 7:”Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya”
Merupakan Fakta sejarah bagi Firman Allah dalam Alkitab oleh nubuatan para nabi di zaman dulu bahkan, Umat kristiani diajak untuk meneladani kerendahan hati Kristus dan rela berkorban memikul salib yang menggabarkan penderitaan umat kristiani meski di aniaya oleh sesama dalam kehidupan sehari-hari,seperti mengampuni musuh,jangan membalas kejahatan dengan kejahatan,hal inilah yang menjadikan momen ini sebagai titik balik untuk memulai lembaran hidup yang lebih baru dan penuh pengharapan sebelum merayakan sukacita Paskah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....