Makna Minggu Palma Bagi Seluruh Umat Kristiani

  • 29 Mar 2026 05:29 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID Teminabuan - Umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, hari ini merayakan Minggu Palma sebagai pembuka rangkaian Pekan Suci sebelum menyambut Paskah. Perayaan ini ditandai dengan prosesi membawa daun palem sebagai simbol kemenangan dan sukacita menyambut kedatangan Yesus Kristus.

Makna simbolis daun palem, mengutip dari laman CNBC NEWS (Christian World News), Minggu Palma merupakan peringatan peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem. Dalam tradisi Kristiani, daun palem melambangkan kemenangan, kedamaian, dan kerendahan hati. Penggunaan daun ini merujuk pada catatan Alkitab yang menyebutkan bahwa ada kerumunan orang membentangkan ranting pohon dan pakaian di jalanan sembari menyerukan "Hosana" saat Yesus melintas.

Bagi umat Kristiani, momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat untuk membuka hati dalam menyambut nilai-nilai spiritualitas dan pengorbanan. Di Indonesia, Minggu Palma selalu jatuh pada hari Minggu, sehingga secara otomatis bertepatan dengan hari libur mingguan nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama:

Minggu Palma

Tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional tersendiri atau cuti bersama, karena sifatnya yang selalu jatuh di hari Minggu.

Puncak Pekan Suci

Libur nasional jatuh pada hari Jumat Agung (Wafat Yesus Kristus) dan Hari Paskah yang merupakah hari libur resmi.

Cuti Bersama

Pemerintah biasanya tidak menetapkan cuti bersama khusus untuk rangkaian Pekan Suci, kecuali jika terdapat kebijakan khusus yang berdekatan dengan libur nasional lainnya.

Meskipun demikian, antusiasme umat tetap tinggi dalam menjalankan ibadah di gereja-gereja lokal dengan tetap mengedepankan khidmat dan ketertiban umum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....