Polutan Kiriman Perparah Kondisi Udara di Papua Barat Daya
- 06 Okt 2026 11:29 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID,Sorong - Kondisi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Papua Barat Daya akhir-akhir ini berdampak pada kualitas udara yang tidak sehat. Dalam dialog Sorong Menyapa, Selasa 6 Oktober 2026, hadir dari Pengamatan Meteorologi dan Geofisika (PMG), Siti Naimah Nindya Utari selaku ahli bidang data dan informasi serta Naufal Rasyid Wicaksono selaku ahli observasi. Kondisi kabut asap saat ini tidak hanya karena terjadinya karhutla di wilayah Papua Barat Daya, namun diperparah dengan adanya polutan dari Papua Barat dan Papua Selatan.
“Jadi kondisi sekarang ini bukan hanya karena adanya karhutla di Papua Barat Daya saja tapi kiriman dari Papua Barat dengan Papua Selatan semakin memperparah. Apalagi ini kan angin selatan, semua ke arah kita di Papua Barat Daya ini," jelas Naufal.
Ketika ditanya oleh pendengar terkait kapan berakhir kondisi saat ini, pihak PAG mengatakan kondisi seperti ini diperkirakan hingga akhir tahun 2026.
“Ini kan akibat elnino tahun ini sangat kuat, sehingga kondisi samudera pasifik lagi hangat, otomatis sangat memperngaruhi uap air, dan ini hampir diseluruh Indonesia yang terdampak, ditambah udara polutan dari Papua Barat dan Papua Selatan. Untuk Papua Barat Daya sampai kemarin itu hotspot atau titik api dar U9 Sorong Selatan 694 dan Raja Ampat juga banyak pantauan dari citra satelit, itu berpengaruh kondisi udara 80 sampai 90 persen. Padahal Sorong ini masuk kategori hujan sepanjang tahun,” tambah Sti Naimah.
Kondisi elnino sendiri diperkirakan hingga awal 2027 yang diharapkan semakin mengecil. Masyarakat juga sangat diharapkan agar tidak menambah parah kondisi udara berasap dengan membakar sampah sembarangan karena berimbas dengan kondisi udara yang buruk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....