Sejarah karet Gelang di Indonesia

  • 30 Agt 2026 05:48 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Karet gelang mungkin terlihat sebagai benda sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kelenturannya, terdapat jejak sejarah panjang yang melintasi masa kolonial hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut aktivitas masyarakat di Indonesia, termasuk di Wilayah Sorong dan sekitarnya.

Kehadiran karet gelang tidak lepas dari masuknya tanaman karet (Hevea brasiliensis) ke Nusantara pada abad ke-19. Pemerintah Hindia Belanda pertama kali membudidayakan pohon asal Lembah Amazon tersebut di Kebun Raya Bogor sekitar tahun 1864, sebelum akhirnya meluas ke perkebunan skala besar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

Secara global, karet gelang dipatenkan oleh Stephen Perry di Inggris pada tahun 1845 memanfaatkan teknik vulkanisasi. Seiring berkembangnya industri pengolahan lateks di dalam negeri pasca-kemerdekaan, produksi karet gelang lokal mulai menjamur. Prosesnya dilakukan dengan mencampur getah karet mentah, membentuknya menjadi tabung elastis, lalu memotongnya secara presisi hingga menjadi lingkaran siap pakai.

Di Indonesia, karet gelang bertransformasi dari sekadar produk olahan getah menjadi benda serbaguna. Mulai dari pengikat kemasan kuliner khas, perlengkapan pedagang di pasar tradisional, hingga barang nostalgia yang dirangkai menjadi tali untuk permainan anak-anak era 70-an hingga 90-an.

Hingga kini, benda kecil elastis ini tetap bertahan sebagai piranti penunjang ekonomi mikro dan simbol efisiensi praktis dalam keseharian masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....