Nyamuk Makin Banyak saat Musim Kemarau
- 10 Agt 2026 13:02 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Teminabuan - Musim kemarau bukan berarti nyamuk hilang. Justru beberapa kondisi di sekitar rumah dapat membuat serangga ini tetap berkembang, terutama ketika masih ada wadah yang menampung air. Suhu dan kelembapan lingkungan juga ikut memengaruhi aktivitas serta perkembangan nyamuk.
Genangan kecil seperti air di pot tanaman, ember, ban bekas, botol, atau wadah terbuka dapat menjadi tempat bertelur nyamuk Aedes. Bahkan, telur nyamuk tertentu mampu bertahan dalam kondisi kering dan kembali berkembang ketika terkena air. Nyamuk Aedes aegypti sendiri dikenal sebagai salah satu pembawa virus dengue yang menyebabkan demam berdarah.
Karena itu, menjaga lingkungan tetap bersih menjadi langkah penting untuk mengurangi risikonya. Wadah yang dapat menampung air sebaiknya dikosongkan dan dibersihkan secara rutin, tempat penyimpanan air ditutup, sementara barang bekas yang bisa menjadi penampung air sebaiknya dibuang atau dikelola dengan baik. Penggunaan pakaian yang menutup kulit dan penolak nyamuk juga dapat membantu mengurangi gigitan.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menekankan bahwa pengendalian tempat berkembang biak nyamuk merupakan bagian penting dalam pencegahan penyakit seperti dengue. Jadi, meski musim kemarau, masyarakat tetap perlu memperhatikan genangan air di sekitar rumah dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....