Mafindo Papua Barat Daya Dorong Literasi Digital di Lingkungan Sekolah
- 10 Agt 2026 04:20 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong: Tingginya pengguna internet dan sosial media di Indonesia nyaris sama dengan populasi penduduk di Indonesia membuat celah besar dengan penyebaran kabar atau berita hoaks. Menjawab permasalahan tersebut terbentuklah MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) sejak tahun 2015. Sementara untuk wilayah Papua Barat Daya baru terbentuk di tahun 2023. Berawal dari grup facebook, Mafindo terbentuk terbentuk dengan badan hukum yang sah dan terdaftar pada Kemenkumham. Melalui musyawarah pembentukan Mafindo di Papua Barat Daya, ditunjuk sebagai Ketua DPW Mafindo Muhid Rumbalifer.
Dalam dialog Sorong Bisa, Kamis 6 Agustus 2026, Muhid mengatakan kondisi masyarakat Indonesia sangat memperihatinkan karena Indonesia merupakan penyebar hoaks paling tinggi di dunia. “Indonesia itu seingat saya peringkat ke-5 di dunia penyebar hoaks.
Berawal dari hal tersebut makanya kami ini ada, karena di Papua sendiri baru terbentuk di Provinsi Papua dan Papua Barat Daya. Fitnah atau hoaks itu bisa mengakibatkan kerugian mulai finansial, bahkan kematian. Masih ingat sekitar 2 tahun lalu seorang ibu di Kota Sorong yang dituduh menculik anak, sampai akhirnya meninggal karena dipukuli padahal kan tidak. Almarhum menderita gangguan jiwa kan," kata Muhid.
Mafindo dalam upayanya melakukan terus koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk memberi pemahaman bagi anak muda dalam berbagai program. “Pengguna sosmed atau internet kan dari usia anak-anak, jadi kami lakukan seperti sekolah kebangsaan untuk siswa siswi SMP dan SMA. Khusus untuk guru dalam penggunaan tool AI. Dan kedepan sampai para lansia juga," lanjut Muhid.
Terkait pencegahan berita hoaks atau menghindari fitnah, Mafindo juga membuat website yaitu turnbackhoaks yang dapat diakses terkait cek fakta. Selain itu dalam rentang waktu tidak lama akan dilaksanakan kampanye Papua Barat Daya lawan hoaks.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....