Unsar Dorong Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Program PKM di Sorong Selatan
- 03 Agt 2026 17:30 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Teminabuan - Universitas Werisar (Unsar) Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui kegiatan pendampingan di SD Ampera Teminabuan, Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun anggaran 2026 melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP).
Kegiatan itu dipimpin oleh Ketua tim PKM Universitas Werisar, Zulfah Rizka Purnama bersama anggota Ida Siti Hamidah dan Hendry Jems Yoel Aidore dengan melibatkan mahasiswa Unsar. Selama program berlangsung, tim melaksanakan pelatihan dan pendampingan intensif kepada para guru dalam merancang, membuat dan memanfaatkan media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari bahan daur ulang. Guru juga didampingi dalam mengimplementasikan media tersebut pada proses pembelajaran sehingga materi IPA dapat disampaikan secara konkret, menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Ketua Tim PKM, Zulfah Rizka Purnama mengatakan, program pengabdian itu dirancang untuk memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kompetensi pedagogik guru sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan bahan daur ulang sebagai media pembelajaran.
"Melalui program ini kami ingin mendorong guru agar mampu menghasilkan media pembelajaran IPA yang inovatif, murah, mudah dibuat dan sesuai dengan kondisi sekolah. Disisi lain, penggunaan bahan daur ulang juga menjadi sarana edukasi untuk membangun budaya peduli lingkungan di kalangan guru maupun peserta didik," kata Zulfah.
Zulfah melanjutkan, pelatihan itu bukan hanya menghasilkan produk media pembelajaran, tetapi juga menjadi langkah awal bagi guru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif sesuai dengan karakteristik peserta didik. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya media yang dihasilkan, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Melalui pemanfaatan bahan-bahan bekas sebagai media pembelajaran, kegiatan ini tidak hanya mendorong inovasi dalam proses pembelajaran, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan," ujarnya.
Sebagai hasil dari pelatihan, para guru berhasil mengembangkan sepuluh media pembelajaran IPA berbasis bahan daur ulang, yaitu roket air, kincir air, miniatur gunung berapi, mobil tenaga balon, model sistem peredaran darah, model tata surya, alat filtrasi air sederhana, model paru-paru, model siklus air dan periskop sederhana. Beragam media tersebut dirancang untuk membantu peserta didik memahami konsep-konsep IPA melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual, interaktif dan menyenangkan.
"Untuk memastikan keberlanjutan program, pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran inovatif yang telah dihasilkan. Kami tim PKM Universitas Werisar juga akan melakukan monitoring dan kunjungan berkala ke sekolah mitra sebagai bentuk pendampingan lanjutan guna memastikan inovasi yang telah dikembangkan dapat diterapkan secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SD Ampera Teminabuan, kegiatan ini sudah dimulai sejak bulan April lalu dan akan berlangsung hingga September 2026," ucap Zulfah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....