Kewaspadaan Kebakaran di Musim Angin Selatan
- 30 Jul 2026 11:03 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong, Budi Satria, mengatakan kondisi cuaca saat ini menyebabkan kelembapan udara menurun sehingga potensi kebakaran menjadi lebih tinggi. "Kalau prediksi BMKG, El Nino masih berpotensi berlangsung hingga September. Papua Barat Daya memang tidak separah Pulau Jawa yang berpola hujan monsun, tetapi kita tetap harus waspada," kata Budi
Menurutnya, beberapa waktu lalu telah terjadi kebakaran hutan di wilayah Sorong. BMKG bahkan telah menyampaikan informasi kepada BPBD mengenai potensi kebakaran berdasarkan analisis faktor meteorologi.

Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian II Juli 2026 di Provinsi Papua Barat Daya, terdapat 30 titik pengamatan. Sebanyak empat titik masih mengalami hujan, dua titik masuk kategori HTH panjang atau 21–30 hari, lima titik kategori menengah atau 11–20 hari, empat titik kategori pendek atau 6–10 hari, dan 15 titik kategori sangat pendek atau 1–5 hari.
BMKG juga menggunakan Sistem Penilaian Bahaya Kebakaran (SPARTAN) untuk memantau tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan. Sistem tersebut mampu memberikan peringatan dini mengenai tingkat kemudahan vegetasi permukaan, seperti rumput kering, daun kering, dan ranting kecil, untuk tersulut api berdasarkan kondisi cuaca.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api unggun dalam keadaan menyala, segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat setempat, serta terus mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.(Syahruddin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....