Anak di Papua Barat Daya Jadi Objek dan Pelaku Kekerasan

  • 28 Jul 2026 07:19 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong: Memperingati Hari Anak Nasional 2026 bertema “Sayang anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, RRI Sorong melaksanakan Dialog Sorong Menyapa, Selasa, 21 Juli 2026, dengan menghadirkan Kepala Seksi Kualitas Hidup Perempuan dan Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat Daya, Rosita Wanane dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Provinsi Papua Barat Daya dr. Sri Riyanti Windesi,Sp.A. Dialog ini menyikapi kondisi anak di Papua Barat Daya terkhusus anak asli Papua yang memprihatinkan selama rentang waktu tahun 2025 hingga 2026 dengan tingginya kasus kekerasan terhadap anak mencapai ebih dari 200 kasus.

Dari segi kesehatan menurut Riyanti, terkait tumbuh kembang anak perlu dipahami maknanya. “Tumbuh itu mulai anak lahir mulai tumbuh fisiknya, seperti gigi, tinggi berat badan si anak, ukuran kepala dan seterusnya. Sementara kembang bukan hanya fisik, tapi termasuk mental anak. Mental anak sehat atau tidak, lingkungan sehat atau tidak, termasuk sehat digital mereka. Sekarang masih sangat dini sudah diperkenalkan dengan gawai dan itu bisa timbul masalah,” kata Riyanti.

Menurut Rosita, kondisi saat ini gambaran anak-anak di Papua Barat Daya masih menjadi objek kekerasan juga sebagai pelaku. “Kita lihat sekarang ini anak anak yang hari hari jaga parkiran, tidak sekolah. Nantinya uang buat beli lem untuk mabok. Ini sangat miris,” sambung Rosita.

Rosita mengaku sering melihat anak-anak yang masih usia belasan tahun masih keluyuran saat dini hari. Hal ini terjadi karena orang tua mereka bisa jadi tidak peduli. Ada anak-anak di bawah umur yang mencari uang dengan menjadi penjaga parkir. "Terkadang orang tua malah membiarkan, bahkan mengambil keuntungan. Hal ini yang mesti kita cari solusinya,” kata Riyanti.

Ia menyarankan adanya kerja sama dengan berbagai pihak, bukan hanya instansi terkait. Seluruh elemen pemerintah dan masyarakat diharapkan bersama-sama menyelamatkan anak-anak lewat keluarga dan lingkungan yang sehat agar terwujud anak Indonesia sehat dan maju bagi masa depan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....