Menghadapi Rekan Kerja 'Play Victim' di Kantor: Strategi Cerdas dan Profesional

  • 22 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Di dunia kerja, kita kerap berhadapan dengan berbagai karakter rekan satu tim. Salah satu tipe kepribadian yang paling menguras energi dan mengganggu produktivitas tim adalah mereka yang gemar melakukan play victim—perilaku di mana seseorang selalu memosisikan dirinya sebagai "korban" atas kegagalan atau masalah, padahal dialah penyebabnya.

Taktik ini sering digunakan untuk menghindari tanggung jawab, mendapatkan simpati, atau bahkan melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Lantas, bagaimana sebaiknya Anda dan tim bersikap menghadapi pelaku play victim di lingkungan kerja?

Berikut adalah langkah-langkah strategis yang direkomendasikan oleh para ahli manajemen SDM (Human Resources):

1. Tetap Tenang dan Tetapkan Batasan Konkrit (Set Boundaries)

Pelaku play victim sering kali mencoba memancing simpati dan emosi rekan kerjanya. Menyerap energi negatif mereka hanya akan membuat Anda lelah secara mental.

  • Aksi: Dengarkan seperlunya tanpa harus memvalidasi narasi penderitaan yang mereka buat-buat. Tetaplah bersikap sopan, tetapi beri batasan tegas agar Anda tidak terseret ke dalam drama mereka.

2. Utamakan Dokumentasi dan Data (Bukti Tertulis)

Senjata terbaik untuk menepis narasi manipulatif adalah data dan fakta yang objektif.

  • Aksi: Pastikan setiap pembagian tugas, instruksi, dan tenggat waktu terekam secara tertulis—baik melalui email, perangkat manajemen proyek (Asana, Trello), maupun pesan singkat resmi. Jika si pelaku mengklaim "tidak tahu" atau "tidak dibantu", Anda memiliki jejak digital yang jelas sebagai bukti.

3. Lakukan Komunikasi Langsung dan Fokus pada Solusi

Saat berselisih atau bekerja sama dalam proyek, arahkan percakapan agar tidak berputar-putar pada "siapa yang paling menderita", melainkan pada penyelesaian masalah.

  • Aksi: Jika mereka mulai menyalahkan keadaan atau orang lain, alihkan fokus dengan pertanyaan lugas: "Lantas, apa langkah konkret yang bisa kita ambil sekarang untuk menyelesaikan tugas ini?"

4. Hindari Berdebat atau Menyerang Secara Pribadi

Menyerang atau menyudutkan pelaku secara emosional justru akan memberi mereka "panggung" untuk semakin memosisikan diri sebagai korban yang terintimidasi.

  • Aksi: Sampaikan tanggapan secara objektif, netral, dan tanpa emosi. Gunakan fakta, bukan asumsi atau kekesalan pribadi.

5. Libatkan Atasan atau Pihak HR secara Profesional

Jika perilaku play victim tersebut sudah mulai merugikan performa tim, mengganggu iklim kerja, atau menjatuhkan reputasi Anda, saatnya membawa masalah ini ke tingkat formal.

  • Aksi: Ajukan diskusi privat dengan atasan atau HR. Sampaikan dampaknya terhadap pekerjaan dengan melampirkan bukti-bukti faktual (bukan sekadar gosip atau keluhan emosional).

    Catatan Penting:

    ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Lingkungan kerja yang sehat dibangun atas kesadaran dan akuntabilitas bersama. Menghadapi pelaku play victim tidak membutuhkan kemarahan, melainkan ketegasan, transparansi, dan dokumentasi yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....