Rumah Maggot di Papua Barat Daya Jadi Solusi Keberlangsungan Lingkungan

  • 22 Jun 2026 21:42 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Permasalahan sampah memang sudah menjadi permasalahan global, tidak terkecuali di Papua Barat Daya. Salah satu upaya yang dilakukan dalam menanggulangi sampah adalah dengan pemanfaatan maggot.

Meskipun belum banyak ada di Indonesia, pengembangan lalat maggot di seluruh wilayah Papua baru ada satu, tepatnya di Kabupaten Sorong. Lalat maggot biasa disebut dengan lalat BSF (Black Soldier Fly) atau lalat tentara hitam dengan nama latin Hermetia illucens.

Supendi, penggagas awal pengembang biakan lalat maggot mengatakan bahwa lalat maggot berbeda dengan lalat biasanya. Lalat maggot memakan sampah baik sampah sayur sayuran, buah-buahan dan sampah basah lainnya, dan terus berevolusi akan menghasilkan pupuk dan juga pakan ternak.

“Saya dulu awalnya lebih mengolah sampah organik, sampai sekarang masih saya jalani. Kemudian saya mencoba dengan lalat BSF atau maggot ini, karena mayoritas di Kabupaten Sorong kan banyak petani. Baru sekitar bulan April 2026 di bawah bimbingan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, dibuat secara besar ini. Alhamdulillah bisa menghasilkan 2 karung sehari dan sudah bisa digunakan atau dinikmati petani, juga pemilik ternak, dan di dekat lingkungan sini bisa dilihat juga ada kebun kangkung kami yang menggunakan pupuk dari maggot,” jelas Supendi.

Menurutnya, perputaran siklus maggot sendiri lebih lama sehingga meski sudah kondisi tidak bisa berevolusi lagi atau mati, maggot juga bisa dicampur dengan pupuk atau pangan ternak. “Siklus hidup lalat BSF kurang lebih selama 40-43 hari. Larva/maggot BSF bertahan selama 14-18 hari sebelum bermetamorfosis menjadi pupa dan lalat dewasa. Nah, telur telurnya ini yang kami ambil, dikembangbiakkan terus menerus. Tidak ada putusnya dan yang pasti semuanya bermanfaat,“ tambah Supendi.

Ia menerangkan tempat pengembangbiakkan maggot sendiri didukung Kepala Dinas Lingkungan hidup Kelly Kambu sehingga tempat maggot diberi nama Keberlangsungan Lingkungan disingkat Keli. Maggot tidak hanya untuk mengatasi sampah, tapi juga mencegah perubahan iklim dan membantu menjaga lingkungan sekitar. Dengan dibantu beberapa tetangga, Supendi optimistis maggot juga bisa menjanjikan perekonomian yang baik pada masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....