Komunitas Pinjam Pustaka, Tumbuhkan Rasa Nasionalisme lewat Public Speaking

  • 15 Jun 2026 18:39 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Mulai terkikisnya rasa nasionalisme dan bela negara di kalangan generasi muda saat ini terdengar miris. Sebagai upaya menumbuhkan rasa bela negara dan nasionelisme, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk membuat kegiatan yang bisa menyentuh langsung generasi muda.

Salah satu yang melakukan pendekatan kepada generasi muda adalah Komunitas Pinjam Pustaka. Komunitas ini menjadi pendamping bagi generasi muda, mulai dari usia anak-anak hingga remaja. Pinjam Pustaka tidak hanya sebagai sarana tempat membaca, juga mengajak anak-anak hingga remaja, bahkan remaja putus sekolah bergabung. Komunitas ini membuat kelas matematika, bahasa Inggris, menari, dan komputer secara gratis. Pinjam Pustaka juga mengupayakan pemberian beasiswa khususnya bagi anak Papua.

Yang terbaru, pihak Pinjam Pustaka juga melaksanakan kelas debat dan public speaking oleh seorang sukarelawan Lolita Amelia Pasaribu, lulusan sastra Universitas Sam Ratulangi dan pernah menjuarai N1 Adjudicator di NUDC di Serang, Banten. Lolita juga menjadi juri lomba debat kebangsan tingkat universitas. Ia juga menjadi sukarelawan bagi anak-anak usia SMP dan SMA dengan harapan anak muda berani bicara dan tampil percaya diri, terkhusus anak anak Papua.

“Saya punya keinginan anak-anak mulai usia dini, SMP, SMA lewat kelas debat atau public speakings supaya mereka berani bicara dulu. Daripada mereka ribut, sibuk sosial media atau hal yang tidak bermanfaat. Lewat public speaking inilah, kita bisa masukkan nilai-nilai cinta negara, bela negara karena bicara literasi bukan hanya membaca menulis yang masih minim. Intinya mereka anak-anak muda khususnya anak Papua, kita percaya mereka sebenarnya cerdas,” jelas Lolita.

Sukarelawan Pinjam Pustaka Saneri V. Koerwa yang akrab di sapa Dola mengatakan pendaftaran berbagai macam kelas yang dilaksanakan Pinjam Pustaka, dilakukan melalui grup whatsapp komunitas literasi. “Awalnya kami hanya buka untuk tiap Sabtu dan Minggu, tapi sekarang lima kali dalam seminggu. Ada berbagai kegiatan di sini, mulai dari kelas matematika, bahasa Inggris, komputer, kelas tari, public speaking, dan debat. Banyak kegiatan supaya anak anak ini tidak punya kesempatan untuk hal hal yang tidak bermanfaat,” tambah Dola.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....