Mencari Kilau di Kegelapan : ke Mana Perginya Kunang-Kunang

  • 10 Jun 2026 14:24 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong – Kunang-kunang adalah serangga dari keluarga Lampyridae dalam ordo Coleoptera atau sekelompok kumbang.

Melansir Good News From Indonesia, lebih dari 2000 spesies kunang-kunang di dunia, memiliki kmampuan bioluminesensi yaitu menghasilkan cahaya dari tubuhnya. Aktif dimalam hari dan terlihat didaerah bervegetasi lebat seperti hutan, rawa dan persawahan.

Dalam jurnal The Origin of photic behavior and the evolution of sexual communication fireflies (2003), dijelaskan bahwa kunang-kunang memiliki tubuh yang relatif kecil dengan panjang sekitar 2-25mm.

Tubuhnya berwarna gelap hitam atau cokelat dengan garis-garis merah atau kuning. Memiliki sayap keras (elytra) dan mata besar untuk melihat dalam gelap. Kemampuanya menghasilkan cahaya berasal dari reaksi kimia bioluminesensi di organ khusus bagian bawah perutnya.

Proses menghasilkan cahaya ini melibatkan enzim luciferase yang mengkatalisis reaksi kimia, substrat luciferin yang bereaksi dengan oksigen, serta ATL (adenosin trifosfat) yang menyediakan energi. Reaksi ini menghasilkan cahaya tanpa panas (cahaya dingin) dengan efisiensi energi hampir 100 persen (Lloyd,2006).

Cahaya ini berfungsi untuk komunikasi, terutama dalam menarik pasangan. Kunang-kunang hidup di lingkungan yang lembab dan gelap, seperti hutan tropis dan subtropis, rawa dan daerah berair, persawahan dan kebun serta di tepi sungai.

Sangat sensitif terhadap polusi cahaya dan penggunaaan pestisida, mengganggu siklus hidupnya.beberapa spesies kunang-kunang terancam akibat hilangnya habitat karena alih fungsi lahan, polusi cahaya yang mengganggu sinyal kawin serta pestisida yang membunuh larvanya.

Menurut International Union for Conversation of Nature (IUCN), beberapa spesies kunang-kunang masuk dalam kategori rentan, tetapi belum sepenuhnya punah (IUCN 2021).

Menurut KLHK, di Indonesia kunang-kunang masih dapat ditemui didaerah seperti Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Taman Nasional Way Kambas, meski populasinya menurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....