: Penghuni Rawa Kalimantan yang Unik, Ikan Papuyu Dilengkapi Dua Alat Pernapasan
- 07 Jun 2026 13:44 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Ikan Papuyu atau ikan betok dengan nama ilmiah Anabas testudineus merupakan salah satu ikan air tawar yang penting dalam kehidupan masyarakat kalimantan.
Disadur Good News From Indonesia, Pepuyu sering disebut sebagai ikan endemik Kalimantan dalam konteks perdagangan dan konsumsi lokal, meskipun secara biogeografis spesies ini tersebar luas di Asia, mulai dari India, Tiongkok, Asia Tenggara, hingga wilayah barat garis Wallace di kepulauan Nusantara.
Secara morfologi, ikan papuyu memiliki tubuh memanjang dengan warna dominan hitam hingga hijau pucat. Panjangnya tubuhnya dapat mencapai sekitar 25cm. Papayu hidup didasar perairan tropis dan umumnya ditemukan di perairan air tawar meskipun mampu bertahan diperairan payau.
Ikan ini dikenal dengan banyak nama lokal, seperti papuyu dalam bahasa Banjar, betok dalam bahasa Indonesia umum, puyu dalam bahasa Melayu, eungkoet krup dalam bahasa Aceh serta balang-balang di Makassar. Dalam bahasa Inggris ikan ini dikenal sebagai climbing gouramy atau climbing perch.
Persebaran Papuyu meliputi rawa-rawa, sawah, sungai kecil, parit irigasi, kolam dan perairan yang terhubung dengan banjiran musiman. Di Kalimantan ikan ini sangat identik dengan kawasan rawa dan anak sungai yang berlumpur. Dasar perairan yang berlumpur menjadi habitat ideal bagi papuyu untuk mencari makanan sekaligus berlindung dari predator.
Salah satu keunikan utama ikan papuyu adalah keberadaan organ pernapasan tambahan yang disebut organ labirin. Organ ini memungkinkan papuyu mengambil oksigen langsung dari udara selain bernapas menggunakan insang seperti ikan pada umumnya. Kemampuan ini membuat papuyu mampu bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah, air keruh atau bahkan saat perairan mengalami kekeringan.
Dalam kondisi tertentu, papuyu mampu keluar dari air dan bergerak didaratan dengan memanfaatkan tutup insang yang dapat dimekarkan sebagai alat bantu pergerakan. Kemampuan ini memberinya julukan climbing perch.
Meski demikian, papuyu tidak dapat bertahan lama di daratan dan harus kembali ke air dalam hitungan jam agar tetap hidup. Adaptasi biologis ini menjadikan papuyu sebagai ikan yang sangat tahan terhadap perubahan lingkungan dan mampu hidup di habitat yang tidak ideal bagi banyak ikan lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....