Sultan Tidore, penakluk Cape Town dan Pendiri Masjid pertama di Afrika Selatan
- 05 Apr 2026 13:25 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong : Dunia mengenal Pulau Robben sebagai tempat yang berusaha mematahkan semangat Nelson Mandela. Namun jauh sebelum era modern, penjara isolasi ditengah samudera tersebut menjadi saksi bisu sebuah mukjizat intelektual.
Dilansir GNFI, Sultan Abdullah Qadi Abus Salaam penguasa sekaligus ulama dari kesultanan Tidore melakukan tindakan perlawanan paling fenomenal dalam sejarah kolonial. Beliau berhasil menulis ulang seluruh isi Alquran 30 jus hanya dengan mengandalkan hafalan dibalik jeruji besi yang dingin.
Sultan Abdullah yang lebih dikenal dengan julukan Tuan Guru dibuang ke Afrika selatan oleh VOC pada tahun 1780. Langkah ini diambil karena perlawanan bersenjata beliau di nusantara dianggap sebagai ancaman mematikan bagi monopoli Belanda.
Pihak kolonial berharap pembuangan ke ujung dunia akan mematikan pengaruh politik sang sultan. Harapan mereka hancur seketika. Didalam sel penjara yang gelap tanpa akses buku apapun, Sultan Abdullah melakukan aksi literasi yang mustahil bagi manusia biasa.
Tanpa selembar pun mushaf fisik sebagai rujukan, beliau mulai menggoreskan ayat demi ayat diatas kertas yang sangat terbatas. Sultan menggunakan tinta hasil racikan sendiri dan pena bambu yang dirakit secara sembunyi. Hasilnya adalah sebuah naskah Alquran setebal 12cm dengan tingkat akurasi yang nyaris sempurna.
Keberhasilan ini bukan sekedar pencapaian religius, ini adalah bukti kekuatan orak seorang pangeran dari Tidoe yang mampu menjaga kedaulatan pikirannya dibawah tekanan psikologis penjara yang luar biasa.
Ujian sesungguhnya bagi otoritas Belanda datang setelah Sultan Abdullah dibebaskan pada tahun 1793. Sultan menggebrak tatanan sosial Cape Town yang saat itu sangat diskriminatif khususnya di wilayah Bo Kaap.

Beliau mendirikan Madrasah pertama di Afrika Selatan disebuah gudang milik mantan budak. Sekolah ini tidak hanya menjadi pusat pengajaran agama. Tempat tersebut berubah menjadi pusat literasi bagi warga kulithitam dan para budak yang selama ini sengaja dibiarkan buta huruf oleh penjajah.
Beliau secara tidak langsung memberikan martabat dan harga diri kepada kaum tertindas. Beliau membuktikan bahwa ilmu pengetahuan adalah senjata yang jauh lebih mematikan daripada pedang untuk meruntuhkan mentalitas budak.
Melalu pendidikan tersebut komunitas Muslim di Cape Town mulai tumbuh sebagai kelompok yang terorganisir dan memiliki jati diri yang kuat.
Jejak kedaulatan Sultan Abdullah mencapai puncaknya pada tahun 1974 ketika beliau mendirikan Masjid Auwal di Bo Kaap. Sebagai masjid tertua di Afrika Selatan, Masjid Auwal berdiri kokoh ditengah pelarangan ketat praktik ibadah secara public oleh pemerintah kolonial Belanda yang hanya mengakui Gereja resmi.
Di masjid Auwal warisan intelektual Tuan Guru tersimpan dan diajarkan kepada generasi penerus.
Sultan menulis kitab teologi berjudul Ma’rifat wal Iman wal Islam setebal lebih dari 600 halaman sepenuhnya dari ingatan. Beliau memprakarsai pembangunan Tana Baru sebagai kompleks pemakaman Muslim pertama dan memastikan bahwa warga memiliki hak untuk beristirahat dengan layak sesuai keyakinan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....