Mengenal Rangkok Badak, Burung ikonik hutan Kalimantan dan Sumatera

  • 04 Apr 2026 19:13 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong : Rangkok Badak adalah salah satu burung rangkok terbesar di Asia Tenggara. Spesies ini mudah dikenali dari balung besar diatas paruhnya yang menyerupai cula badak.

Melansir GNFI, dengan panjang tubuh sekitar 90-100cm rangkok badak memiliki postur besar, sayap lebar dan ekor panjang berpola garis hitam tebal dibagian tengah. Ketika terbang kepakan sayapnya menghasilkan suara khas yang cukup keras dan dapat terdengar dari kejauhan.

Secara fisik terdapat perbedaan jelas antara jantan dan betina. Jantan memiliki iris mata merah terang dan warna leher biru cerah sedangkan betina beriris putih kebiruan dengan warna leher lebih pucat.

Area sekitar mata tidak ditumbuhi bulu sehingga warna iris tampak menonjol. Paruhnya besar namun berongga dengan struktur ringan menyerupai sarang lebah sehingga kuat tanpa membebani saat terbang.


Balung atau casque akan tumbuh semakin besar dan warnanya makin pekat seiring bertambahnya usia.

Rangkok badak hidup di hutan hujan tropis dataran rendah hingga perbukitan di Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Melayu dan Thailand bagian selatan.

Spesies ini sangat bergantung pada hutan primer yang memiliki pohon-pohon berdiameter besar. Pohon tua tidak hanya menjadi tempat bertengger tetapi juga menyediakan lubang alami untuk bersarang.

Sekitar 90 persen makanannya berupa buah terutama dari pohon ara. Selain buah, Rangkok Badak juga memakan serangga, reptil kecil, hewan pengerat dan burung kecil.

Dalam sehari individu dewasa dapat berpindah beberapa kilometer untuk mencari pohon yang sedang berbuah. Aktivitas mencari makan umumnya berlangsung pada pagi dan sore hari.

Sebagai pemakan buah, Rangkok badak berperan penting dalam penyebaran biji. Biji yg tertelan akan dikeluarkan kembali di lokasi berbeda membantu regenerasi pohon di hutan tropis.

Peran ekologis ini menjadikan rangkok badak sebagai salah satu spesies kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Menurut daftar merah IUCN, Rangkok badak berstatus rentan terhadap kepunahan. Dalam regulasi perdagangan internasional, spesies ini tercantum dalam Appendix II CITES yg berarti perdagangan komersial Internasional dilarang kecuali dengan pengawasan ketat.

Tekanan utama terhadap populasinya berasal dari hilangnya habitat akibat deforestasi serta berburuan terutama untuk mengambil bagian Casque.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....