Acrophobia: Ketakutan Berlebih terhadap Ketinggian
- 08 Mar 2026 14:23 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Acrophobia merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut berlebihan terhadap ketinggian. Berbeda dengan rasa takut biasa, acrophobia dapat menimbulkan kecemasan yang sangat kuat bahkan ketika seseorang hanya berada di tempat yang tidak terlalu tinggi, seperti tangga, balkon, atau lantai atas sebuah gedung. Penderita acrophobia biasanya mengalami reaksi fisik dan emosional ketika berada di ketinggian. Gejala yang muncul bisa berupa pusing, jantung berdebar, tubuh gemetar, berkeringat, hingga perasaan panik yang sulit dikendalikan. Dalam beberapa kasus, hanya dengan membayangkan berada di tempat tinggi saja sudah dapat memicu rasa cemas yang intens.
Menurut para ahli di bidang psychology, acrophobia dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pengalaman traumatis di masa lalu, seperti pernah jatuh dari tempat tinggi. Selain itu, faktor genetik dan kecenderungan seseorang terhadap gangguan kecemasan juga dapat memengaruhi munculnya fobia ini. Acrophobia dapat memberikan dampak pada kehidupan sehari-hari penderitanya. Banyak orang dengan kondisi ini cenderung menghindari aktivitas yang melibatkan ketinggian, seperti menaiki tangga tinggi, melintasi jembatan, atau bekerja di gedung bertingkat. Hal ini dapat membatasi aktivitas, mobilitas, bahkan peluang pekerjaan seseorang.
Meskipun demikian, akrofobia dapat ditangani melalui berbagai metode terapi. Penanganan yang umum dilakukan antara lain terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terapi paparan secara bertahap, serta latihan relaksasi untuk membantu mengontrol kecemasan. Para ahli menekankan bahwa fobia bukanlah hal yang sepele, melainkan bagian dari gangguan kecemasan yang perlu dipahami dan ditangani dengan baik. Dengan dukungan lingkungan serta bantuan tenaga profesional, penderita akrofobia memiliki peluang besar untuk mengurangi rasa takut dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. (grace)