Pernikahan Dini Dinilai Memperparah Lingkaran Kemiskinan Keluarga
- 09 Feb 2026 21:17 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Fenomena pernikahan dini masih kerap muncul di tengah masyarakat, khususnya pada keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Pernikahan di usia muda sering dipandang sebagai jalan keluar dari tekanan ekonomi, padahal dalam banyak kasus justru menimbulkan persoalan baru yang lebih kompleks.
Pegiat perlindungan perempuan dan anak, Rona Patricia Sibarani, dalam perbincangan di Program Pro dua RRI Sorong pada senin 2 Februari 2026, menegaskan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan dominan terjadinya pernikahan dini. Namun, menurutnya, pilihan tersebut sering kali keliru karena tidak disertai kesiapan yang matang.
Rona menjelaskan bahwa keluarga dengan ekonomi rendah kerap menjadikan pernikahan sebagai solusi instan untuk keluar dari kemiskinan. Padahal, tanpa bekal pendidikan, keterampilan, dan perencanaan hidup yang jelas, pasangan muda justru berisiko masuk ke dalam lingkaran kemiskinan yang baru. Beban rumah tangga, kebutuhan sehari-hari, hingga tanggung jawab sosial menjadi tantangan berat yang sulit dihadapi tanpa persiapan.
Ia menekankan bahwa jalan keluar dari kemiskinan seharusnya ditempuh melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, serta kemandirian ekonomi. Dengan bekal tersebut, seseorang dinilai lebih siap menghadapi tantangan kehidupan ke depan, termasuk ketika memutuskan membangun rumah tangga.
Lebih lanjut, Rona juga mengingatkan bahwa kehidupan pernikahan membutuhkan perencanaan yang jelas, mulai dari pengelolaan keuangan, pembagian peran dalam rumah tangga, hingga kesiapan mental. Menurutnya, penghasilan dan kesejahteraan tidak serta-merta datang hanya karena status menikah, melainkan melalui proses panjang yang direncanakan dengan matang.
Sejalan dengan hal tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam berbagai kajiannya menyebutkan bahwa pernikahan dini berkorelasi dengan rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan kerja, yang berdampak pada keterbatasan akses ekonomi. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.
Karena itu, Rona mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk tidak menjadikan pernikahan dini sebagai solusi ekonomi. Ia menegaskan bahwa investasi terbaik bagi generasi muda adalah pendidikan dan keterampilan, agar mereka mampu membangun masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....