Pernikahan Dini Dinilai Akibat Lemahnya Pengawasan Orang Tua
- 09 Feb 2026 20:41 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Praktik ini kerap dilakukan dengan berbagai alasan, namun sering kali mengabaikan kesiapan anak, baik secara mental, emosional, maupun sosial. Kondisi tersebut menimbulkan dampak jangka panjang bagi masa depan anak.
Dalam obrolan di Program Pro 2 RRI Sorong pada senin 2 Februari 2026, pegiat perlindungan perempuan dan anak, Rona Patricia Sibarani, menyoroti pernikahan dini sebagai persoalan pengasuhan. Ia menegaskan bahwa menikahkan anak yang masih di bawah umur sering kali bukan pilihan anak, melainkan bentuk pemindahan tanggung jawab orang tua yang belum maksimal dalam melakukan pengawasan dan pendampingan.
Menurut Rona, kurangnya komunikasi dan kontrol dari orang tua terhadap pergaulan anak menjadi salah satu faktor utama terjadinya pernikahan dini. Alih-alih memperkuat peran keluarga dalam mendidik dan membimbing anak, sebagian orang tua justru memilih jalan singkat dengan menikahkan anak tanpa mempertimbangkan kesiapan psikologisnya.
Ia menjelaskan bahwa anak yang menikah terlalu muda berisiko menghadapi berbagai masalah, seperti putus sekolah, ketergantungan ekonomi, hingga konflik rumah tangga. Secara psikologis, anak dinilai belum siap menghadapi tekanan dan tanggung jawab besar dalam kehidupan pernikahan.
Pernyataan tersebut sejalan dengan kajian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menyebutkan bahwa pernikahan usia anak berpotensi meningkatkan angka perceraian serta menimbulkan persoalan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. BKKBN menekankan pentingnya kesiapan mental, ekonomi, dan sosial sebelum memasuki pernikahan.
Rona Patricia Sibarani mengajak masyarakat untuk melihat pernikahan dini secara lebih kritis. Ia menekankan bahwa solusi terbaik bukanlah menikahkan anak di usia muda, melainkan memperkuat peran orang tua dalam mendampingi, mengawasi, dan membangun komunikasi yang sehat dengan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....