Takut Sebar Hoaks, Kreator Konten Pilih Cek Fakta
- 09 Feb 2026 20:21 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Meningkatnya arus informasi di media sosial menuntut kehati-hatian lebih dari setiap individu, khususnya para kreator konten dan pengguna aktif platform digital. Di tengah cepatnya penyebaran informasi, satu kesalahan kecil dapat berdampak besar bagi masyarakat luas.
Kesadaran akan pentingnya memverifikasi informasi sebelum dibagikan disampaikan oleh salah satu konten kreator asal Sorong, Adi Phaloe dalam sebuah perbincangan "Update Informasi Lewat Konten" di Pro2 RRI Sorong, Pada rabu 4 februari 2026. Ia menegaskan bahwa menyebarkan informasi palsu atau hoaks bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga membawa konsekuensi serius bagi penyebarnya.
Ia menyebutkan bahwa rasa malu seharusnya muncul ketika seseorang tanpa sadar menyebarkan informasi yang tidak benar. Oleh karena itu, setiap informasi yang diterima perlu ditelusuri kebenarannya terlebih dahulu sebelum dibagikan ke publik. Menurutnya, memastikan validitas informasi adalah bentuk tanggung jawab moral, karena dampak hoaks bisa memicu kesalahpahaman, keresahan sosial, hingga persoalan hukum.
Pernyataan tersebut sejalan dengan imbauan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang terus mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi digital. Kominfo menegaskan bahwa hoaks dapat mengancam persatuan dan ketertiban sosial, sehingga diperlukan budaya cek fakta sebelum membagikan konten apa pun.
Dengan meningkatnya kesadaran ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....