Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan Buka 1.440 Hektare Lahan Cetak Sawah Rakyat

  • 06 Agt 2026 12:57 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan - Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya menyediakan lahan seluas 1.440 hektare sebagai kawasan cetak sawah rakyat. Upaya itu merupakan tindak lanjut dari program cetak sawah rakyat tahun anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.

Kepala Dinas Pertanian Papua Barat Daya, Absalom Solossa mengatakan, penanaman padi perdana di Sorong Selatan menjadi penanda dimulainya pemanfaatan lahan yang telah selesai dibangun untuk memasuki tahap produksi. Momen tersebut juga menjadi bukti pembangunan pertanian tidak hanya sebatas penyediaan infrastruktur tetapi pengelolaan lahan secara produktif dan berkelanjutan.

"Cetak sawah rakyat di Sorong Selatan hari ini totalnya 1.440 hektar yang berlokasi di Distrik Moswaren dan Distrik Wayer. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu sentra produksi padi baru di Papua Barat Daya, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan nasional," kata Absalom di Moswaren, Senin, 3 Agustus 2026.

Absalom Solossa melanjutkan, program cetak sawah rakyat bukan sekadar kajian pembukaan lahan baru, namun bagian dari kebijakan transformasi pertanian modern yang dilaksanakan Kementerian Pertanian. Langkah itu bertujuan untuk membangun sistem pertanian yang lebih maju, efisien, produktif dan berdaya saing melalui penerapan mekanisasi, inovasi teknologi, serta pengelolaan kawasan berbasis agribisnis.

"Oleh karena itu kawasan seluas 1.440 hektare ini diproyeksikan menjadi model pembangunan pertanian modern di Papua Barat Daya yang mengintegrasikan pembangunan lahan, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, penggunaan benih unggul, penerapan teknologi budidaya, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan pemasaran hasil pertanian," ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut diharapkan tercipta sistem usaha tani yang lebih efisien, mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, mengatasi keterbatasan tenaga kerja serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari luas lahan yang telah dicetak, tetapi juga dari kemampuan semua pemangku kepentingan dalam mengelola kawasan tersebut secara berkelanjutan.

"Pembangunan pertanian di tanah Papua juga harus dilaksanakan dengan menghormati nilai-nilai budaya, hak masyarakat adat serta menjaga kelestarian lingkungan, pendekatan yang partisipatif dan dialogis akan menjadi kunci keberhasilan, sehingga masyarakat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari pembangunan pertanian," ucap Absalom.

Sementara itu, Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyampaikan, pemerintah daerah menyediakan lahan seluas 5.000 hektare, namun lahan yang telah siap untuk penanaman perdana seluas 1.440 hektare. Sorong Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang akan menjadi lumbung pangan di Papua Barat Daya.

"Sisanya sementara dikerjakan oleh penyedia, baik dari PU Provinsi Papua Barat Daya, Danrem dan Sorong Selatan. Semoga sisanya dikerjakan dan segera diselesaikan, Sorong Selatan nantinya akan menjadi swasembada pangan di Provinsi Papua Barat Daya ada dua Kabupaten yaitu Sorong Selatan dan Kabupaten Sorong," kata Petronela Krenak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....