Yonif TP 807/ MNM Sorsel Panen Raya Jagung

  • 05 Mar 2026 17:09 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Teminabuan- Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 807/ MNM Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya, melakukan panen raya jagung di pertigaan Manelek, Distrik Teminabuan, Senin 2 Maret 2026.

Panen raya ini dihadiri Bupati dan Wakil Sorong Selatan, Petronella Krenak dan Yohan Bodori, Plt. Sekda Agustinus Wamafma, Wakil Ketua I DPRD Alli Juhuri, perwakilan Dandim 1807/ Sorong Selatan, perwakilan Kapolres Sorong Selatan, para Pimpinan OPD dan masyarakat.

Danyonif TP 807/ MNM Sorong Selatan, Letkol Inf. Abdurrahman Panji Prawira dalam sambutannya menyampaikan, program pertanian sesungguhnya bukan menjadi tupoksi utama TNI. Namun apa yang dilaksanakan merupakan bentuk motivasi bagi masyarakat, dalam rangka meningkatkan ketanahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Panen raya ini jangan disalah artikan. Kita ini adalah tentara. Jadi maksudnya adalah kita ingin menginisiasi masyarakat. Ayo kita sama-sama bertani, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat," ungkapnya.

Bupati Sorong Selatan, Petronella Krenak didampingi Danyonif TP 807/ MNM Sorong Selatan, Letkol Inf. Abdurrahman Panji Prawira saat panen raya jagung hasil olahan Yonif TP 807/ MNM. (Edis/ RRI)

Lebih lanjut dikatakan, dari produk pertanian jagung yang ditanam dengan luas lahan tidak sampai 3 hektar, hasilnya diperkirakan mencapai 15 ton. Hal ini menunjukan bahwa tanah di wilayah Papua, termasuk di Sorong Selatan sangat subur.

"Memang awalnya kita mengalami banyak kendala, tetapi ternyata bisa. Saat penanaman dilakukan juga oleh ibu bupati bersama wakil bupati dan berhasil. Ini baru satu komoditi saja. Baru jagung. Ini bisa membuktikan bahwa tanah di Sorong Selatan subur. Perkiraan lahan yang ditanam tidak mencapai 3 hektar, tetapi hasilnya mencapai 15 ton," ujarnya.

Sehubungan dengan itu, dirinya mengajak masyarakat untuk menanam jagung dan berbagai komoditas pertanian lainnya. Khusunya jagung, disampaikan bahwa banyak permintaan dan kebutuhan pakan.

"Jadi masyarakat mari bertanam. Berapa pun hasilnya kami siap tampung. Masyarakat punya banyak lahan dan ini bisa menambah penghasilan ekonomi keluarga. Kalau ada yang kurang, masyarakat bisa datang ke kami dan kami siap membantu. Ini juga komitmen kami dalam menyukseskan ketahanan pangan, sesuai arahan dan instruksi bapak presiden," tandasnya.

Rekomendasi Berita