Resmi Dilantik, KONI Papua Barat Daya Tata Langkah Strategis PON 2028
- 11 Agt 2026 12:36 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong - Pascapelantikan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat Daya periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan Elisa Kambu, KONI Papua Barat Daya langsung mengalihkan fokus utama untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai salah satu Daerah Otonom Baru (DOB) di Tanah Papua, Papua Barat Daya dituntut bergerak cepat dan strategis agar tidak sekadar menjadi peserta pelengkap, melainkan mampu bersaing secara kompetitif dan menyumbangkan medali di panggung olahraga nasional.
Berikut adalah langkah-langkah strategis yang harus dilakukan KONI Papua Barat Daya dalam menyongsong PON XXII 2028:
1. Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Pengurus Cabang Olahraga (Cabor)
Langkah awal yang mendesak adalah memetakan dan memperkuat induk organisasi cabor di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Papua Barat Daya. Kepengurusan cabor yang solid dan aktif menjadi fondasi utama dalam pembinaan atlet secara terukur.
2. Pemetaan dan Fokus pada Cabang Olahraga Unggulan
Mengingat keterbatasan waktu dan sumber daya, KONI Papua Barat Daya perlu menetapkan skala prioritas dengan berfokus pada cabor potensial atau cabor yang memiliki rekam jejak tradisi prestasi tinggi di kawasan Papua, seperti dayung, atletik, beladiri, dan sepak bola.
3. Pendataan dan Pelatihan Daerah (Pelatda) Jangka Panjang
Inventarisasi atlet potensial daerah, baik atlet lokal maupun yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, harus segera dirampungkan. Pembentukan program Pelatda Jangka Panjang menjadi kunci utama agar daya tahan fisik, teknik, dan mental bertanding para atlet tergembleng secara maksimal sebelum masa kualifikasi Pra-PON dimulai.
4. Peningkatan Kualitas Pelatih dan Wasit/Juri Lokal
Prestasi atlet tidak terlepas dari peran pelatih berkualitas. KONI perlu menggelar pelatihan serta sertifikasi pelatih dan perangkat pertandingan tingkat nasional untuk meningkatkan standar pembinaan atlet di daerah.
5. Sinergi Kemitraan dengan Pemerintah Daerah dan Sektor Swasta
Pengembangan olahraga prestasi membutuhkan dukungan anggaran yang berkelanjutan. KONI Papua Barat Daya dipandang perlu menggalang sinergi dengan Pemerintah Provinsi, Pemkab/Pemkot, serta merangkul BUMD maupun BUMN dan perusahaan swasta di wilayah setempat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
6. Penyediaan dan Optimalisasi Fasilitas Latihan
Penyediaan sarana dan prasarana latihan yang memadai menjadi syarat mutlak. Memanfaatkan dan merevitalisasi fasilitas olahraga yang ada di Sorong dan sekitarnya akan mendukung kesinambungan latihan harian para atlet secara optimal.
Ketua KONI Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa komitmen bersama dan fokus dari seluruh jajaran pengurus serta pengurus cabor menjadi modal utama menuju kejayaan olahraga di wilayah termuda Indonesia ini. Dengan persiapan yang matang dan terencana sejak dini, Papua Barat Daya optimistis mampu mengukir sejarah prestasi pada PON XXII 2028 di NTB-NTT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....