Kebakaran Lahan di Melawi Hanguskan Puluhan Hektar
- 06 Okt 2026 19:50 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Melawi – Warga Desa Nanga Tikan, Dusun Siluk, Desa Tiung Keranjik Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi Kalimantan Barat saat ini sedang melakukan pemadaman kebakaran lahan kurang lebih dua puluh hektar di Desa Nanga Tikan Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi.
Kepala Desa Nanga Tikan Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi, Keleb mengatakan kebakaran lahan ini mulai terjadi Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, menghanguskan sekitar sepuluh hektar, berkat kerja keras warga api berhasil dipadamkan, namun hari ini 6 Oktober 2026 api Kembali muncul,menghanguskan lahan sawit sekitar lima hektar, karet dan lokasi lahan total sekitar dua puluh hektar lahan yang sudah terbakar.
“Saat ini kami masih melakukan pemadaman api menggunakan peralatan seadanya, ini mobil membawa air unutk memadamkan api baru saja sampai di lokasi kebakaran, menggunakan alat seadanya, kami telah mengajukan bantuan alat pemadam kebakaran berupa mesin robin kepadaPemerintah daerah,” kata Keleb, Selasa, 6 Oktober 2026 malam.

Saat ini lanjut Keleb, api mengarah ke Desa Tiung Keranjik, pihaknya telah melakukan koordinasi Bersama Pemerintah Kabupaten Melawi dan bantuan pemadaman api sedang dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran, kondisi jalan ekstrem menuju lokasi, hanya dapat dilintasi mobil strada sehingga memerlukan waktu cukup lama.
“Api datang tiba-tiba ini, tidak tau sumber apinya dari mana,yang pasti bukan pembakaran ladang,” ucapnya.
Keleb berharap bantuan dari pemerintah daerah dapat segera tiba dan peralatan pemadam kebakaran dapat digunakan untuk mempercepat proses pemadaman. Mengingat kondisi lahan yang cukup luas serta akses menuju lokasi yang sulit, warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran terus berupaya melakukan pemadaman secara manual agar api tidak semakin meluas dan mendekati permukiman warga.
Keleb juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan bersama-sama memantau kondisi di sekitar wilayah yang terbakar, terutama terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api. “Kami berharap api segera bisa dikendalikan dan tidak merembet semakin luas. Warga juga kami minta tetap waspada, karena kondisi lahan yang kering membuat api mudah kembali menyala,” ujarnya. (Tin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....