Gerak Cepat, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Sintang

  • 15 Sep 2026 22:02 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kelurahan Kapuas Kiri Hulu, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Senin, 14 September 2026.

Upaya pemadaman dilakukan setelah laporan kebakaran diterima melalui call center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kabut asap yang semakin mengganggu masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang, Sampe Ritonga, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan yang masuk dengan mengerahkan personel dan armada pemadam.

“Awalnya ini masuk ke call center kita di Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan. Kemudian langsung kita tindaklanjuti untuk melakukan pemadaman. Untungnya kita langsung gerak cepat, tadi apinya sudah sempat menyebar ke seberang jalan, langsung kita padamkan,” ujar Sampe.

Dalam pemadaman tersebut, Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sintang mengerahkan dua unit mobil tangki dan 15 personel untuk melakukan pemadaman di lokasi.

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air dan akses menuju titik api. Kondisi tersebut membuat proses suplai air ke lokasi membutuhkan waktu lebih lama.

“Jadi armada kita yang masuk ada dua mobil tangki. Kemudian yang menjadi kendala kita sumber airnya. Jadi untuk suplai airnya sedikit terlambat karena keterbatasan armada kita. Dan juga untuk masuk ke dalam perlu selang yang sangat panjang,” katanya.

Selain keterbatasan sumber air, kondisi lahan yang merupakan kawasan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api yang berada jauh di dalam lapisan gambut berpotensi kembali muncul meskipun bagian permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Karena ini lokasi gambut dan gambutnya memang sangat dalam, jadi yang menjadi tantangan untuk kita kadang di bawah gambut masih ada kayu-kayu yang sudah lapuk. Kita semprotin, kadang ada yang ketinggalan karena sangat dalam,” ujar Sampe.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan pemadaman pada permukaan lahan. Petugas juga harus memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa di dalam gambut.

“Nanti kalau memang ada asap di belakang setelah kita maju, nanti balik lagi. Jadi kita memang perlu ekstra untuk pemadaman ini karena gambutnya dalam,” katanya.

Sampe mengatakan pihaknya melakukan pemadaman hingga benar-benar tuntas agar kebakaran tidak kembali muncul dan meluas ke wilayah lainnya.

“Kami melakukan pemadaman total terhadap ini supaya jangan berulang-ulang. Jadi kita berupaya untuk melakukan pemadaman supaya kabut asap ini bisa segera kita atasi, supaya masyarakat tidak tercemar dengan asap yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Ia memperkirakan apabila kebakaran terus menyebar, luasan lahan yang terdampak dapat mencapai sekitar lima hektare.

Dengan kondisi tersebut, petugas terus melakukan pemadaman dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api maupun asap yang kembali muncul.

Upaya tersebut menjadi penting mengingat karakteristik lahan gambut yang memiliki potensi api menjalar di bawah permukaan dan sulit terdeteksi secara kasatmata. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....