Satgas Karhutla TNI Buka Lahan Demplot Pupuk Organik di Kayan Hilir
- 21 Sep 2026 08:03 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID,Sintang - Menjelang akhir penugasan, Satgas Karhutla TNI membuka lahan Demontrasi Plot (Demplot) yang menggunakan pupuk organik dari limbah sawit sebagai alternatif pengganti pupuk dari hasil pembakaran pohon di Mombay Begununk, Kayan Hilir, Sintang, Kalbar, Selasa 15 September 2026.
Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Kayan Hilir Kolonel Arh Saptarendra Prasada bersama timnya Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin.
Kolonel Arh Saptarendra Prasada menjelaskan pembukaan lahan Demplot Satgas TNI merupakan langkah alternatif untuk menyediakan pupuk alternatif pengganti dari hasil pembakaran pohon.
"Akar masalah dari pembakaran pohon bagi peladang bukan tentang pembukaan lahan, tapi kebutuhan peladang untuk memupuk lahan di Kayan Hilir yang memiliki tingkat asam yang kuat.Termasuk budaya masyarakat yang menanam padi organik, sehingga kita coba alternatif solusi pupuk bahan organik yang tersedia melimpah di Kayan Hilir yaitu dari pengolahan sawit berupa Tankos (tandan kosong) dan solid,"ujarnya.
Ia menuturkan pihaknya membuka lahan sekitar 1000 m2, untuk lahan yang digunakan milik Kepala Desa Mombay Begununk yang berada di perbatasan dengan desa Jambu.
"Selain itu, untuk limbah tandan kosong dan solid merupakan kerjasama dari PT. Gunas Group. Dari hasil koordinasi dengan perusaahaan, limbah itu juga bisa digunakan oleh masyarakat sebagai bagian komitmen mereka membantu masyarakat,"sebutnya.
Selain dengan Penyuluh Pertanian, lanjut dia, dalam tahap uji coba pupuk di lahan Demplot ini juga nantinya di koordinir oleh Koramil Kayan Hilir dibantu oleh Polsek dan Siswa SMK jurusan Pertanian di Kayan Hilir.
"Pelibatan Siswa-Siswi SMK ini juga sebagai upaya pemberdayaan generasi muda.Pihak kecamatan yang diwakili Sekcam,Kepala Desa Mombay Begununk, Wakil Kepala Sekolah SMK menyambut baik program in,".ujar Sapta yang juga mantan Kapendam II/Swj.
Kades Mombay Begununk, Leo Albert, menyampaikan dirinya sangat mengapresiasi dengan program Demplot karena bisa menjadi alternatif solusi dalam masalah pertanian atau ladang.
"Semoga dari kegiatan ini bisa bermanfaat, dan kami siap untuk mendukung program ini. Karena memang tantangan dalam pertanian terus berkembang apalagi musim kemarau yang tak menentu,"tegas Leo.
Perwakilan PT.Gunas Group, Nurhayadi menyampaikan komitmen perusahaan mereka dalam membantu masyarakat.
"Limbah produksi sawit yang ada yaitu tankos kosong dan solid sawit untuk dimanfaatkan oleh masyarakat karena bisa diolah untuk pupuk pertanian dan ladang,"ujar Nurhayadi.
Sementara itu, Tokoh Adat Undau Kayan Hilir, Matius Nampun menyampaikan bahwa dirinya menyambut baik dari inisiatif Satgas Karhutla."Kebetulan lahan yang digunakan merupakan tanah kami, dan jika nanti digunakan oleh SMK untuk bahan praktek kami persilakan dan hasilnya juga untuk diolah. Kami senang dan bangga bisa berkontribusi untuk membantu masyarakat,"ujarnya.
Menyikapi rencana dari Satgas Karhutla.Kepala Desa serta tokoh Adat Undai, Budi Harianto yang mewakili SMK menyampaikan terima kasih atas pelibatan siswanya."Terima kasih, kami senang dilibatkan karena saat ini lahan praktek SMK kondisinya kurang yaitu lereng terjal. Sehingga ke depan akan kita atur siswa kelas pertanian baik kelas 10, 11 maupun 12" ujar Budi Herianto.
Lahan Demplot yang telah dicampur dengan pupuk abu tankos dan solid sawit ini akan diberikan pengairan selama 2 sampai 3 minggu agar terjadi reaksi antara pupuk dan tanah untuk kemudian dilakukan nugal atau tanam padi. (ril/rm)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....