Tim Satgas Karhutla Mabes TNI Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat Dusun Sauwe

  • 14 Sep 2026 11:20 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Kapuas Hulu - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyuluhan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Dusun Sauwe, Desa Melapi, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu,12 September 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman pondok sawah milik warga di Jalan Lintas Timur Dusun Sauwe. Penyuluhan diikuti sekitar 16 orang yang terdiri dari masyarakat setempat, unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta penyuluh pertanian.

Tim Satgas Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen TNI Fierman Sjafriel Agustus, didampingi Danyonif TP 927/Uncak Kapuas Letkol Inf Jamrizal. Turut hadir Kapolsek Putussibau Selatan Iptu Ismail Sinuraya, Kepala Desa Melapi Sekundus Luat Maring, Romo Kepala Deosoli Romo Marselinus Lobi, SMM., para penyuluh pertanian, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta masyarakat Dusun Sauwe.

Dalam penyuluhan tersebut, Brigjen TNI Fierman Sjafriel Agustus menegaskan pentingnya peran bersama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terlebih saat kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan demi keselamatan dan kepentingan bersama. Kondisi kabut asap dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, pendidikan maupun kelancaran transportasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya memahami pembakaran ladang merupakan bagian dari tradisi sebagian masyarakat. Namun, dalam kondisi tertentu, aktivitas pembakaran lahan perlu mendapat perhatian dan penyesuaian dengan ketentuan serta kebijakan yang berlaku.

Menurutnya, pembatasan aktivitas pembakaran lahan saat ini berkaitan dengan kondisi kabut asap, meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca panas dan minimnya curah hujan, serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, termasuk meningkatnya risiko gangguan pernapasan.

Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan Karhutla, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah. Sejumlah persoalan masyarakat turut disampaikan, salah satunya kondisi irigasi persawahan. (ril/din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....