TNI Ajak SMPN 1 Kayan Hilir Tumbuhkan Kesadaran Jaga Lingkungan
- 09 Sep 2026 15:19 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang– Guna memitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam jangka panjang, Satgas TNI menggandeng jajaran SMPN 1 Kayan Hilir untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra, saat melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pencegahan Karhutla di SMPN 1 Kayan Hilir, Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin, 7 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Saptarendra bersama Kolonel Kes Robi Mandolin memberikan edukasi kepada tenaga pendidik dan perwakilan siswa mengenai bahaya Karhutla serta pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahannya.
"Karhutla tidak hanya terkait dengan para peladang dan pekebun, tetapi lebih luas dari itu," ujar Saptarendra.
Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran bersama yang dibangun secara berkelanjutan, termasuk dengan melibatkan generasi muda.
"Yang paling penting adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam jangka panjang tentang bahaya Karhutla, khususnya kepada generasi muda," katanya.
Saptarendra mencontohkan pertanyaan Ketua OSIS SMPN 1 Kayan Hilir, Nabila Arriyan (14), yang menanyakan bagaimana generasi muda dapat turut berperan dalam mencegah Karhutla.
Menanggapi hal tersebut, Saptarendra menjelaskan mitigasi Karhutla dapat dimulai dari diri sendiri dengan tidak melakukan tindakan ceroboh yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
"Mitigasi Karhutla dimulai dari diri sendiri, dengan tidak ceroboh sehingga dapat menyebabkan kebakaran, serta mengajak orang-orang terdekat kita untuk peduli terhadap kelestarian alam," ujarnya.
Ia juga mendorong pihak sekolah untuk terus mengaktifkan kegiatan yang menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, salah satunya melalui kegiatan kepramukaan.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kayan Hilir, Paulus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satgas Karhutla TNI yang telah memberikan penyuluhan kepada tenaga pendidik dan perwakilan siswa.
"Sekolah sangat mendukung kebijakan pemerintah dan TNI dalam mencegah terjadinya Karhutla, karena dampaknya berkaitan dengan masa depan anak-anak di sini," ujar Paulus.
Dalam kesempatan tersebut, Paulus juga membagikan pengalamannya dalam berkebun dengan memanfaatkan bahan organik sebagai pupuk.
"Saya berkebun menggunakan pupuk dari tandan kosong dan solid limbah sawit. Kebun jeruk saya bisa berbuah sepanjang tahun," katanya.
Tandan kosong sawit merupakan bagian dari tandan buah sawit setelah buahnya diambil, sedangkan solid merupakan limbah padat berbentuk lumpur pekat berwarna cokelat tua yang berasal dari hasil samping pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit.
Menurut Paulus, pemanfaatan kedua bahan tersebut dapat menjadi alternatif pupuk organik sekaligus membantu menjaga kesuburan tanah. (ril/Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....