Aksi Damai Ormas, Wabup Akui Distribusi BBM di Sintang Terkendala
- 09 Sep 2026 14:42 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Aliansi masyarakat sipil peduli kelangkaan BBM yang terdiri dari gabungan sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) menggelar aksi damai di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sintang pada Rabu, 9 Septmber 2026. Rencana aksi ini sebelumnya telah dikomunikasikan secara resmi melalui surat pemberitahuan.
Menyikapi aksi tersebut, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, bersama Kapolres Sintang, AKBP Budi HS, hadir langsung ke lokasi untuk mendampingi pihak Pertamina (Depot dan SBM) menerima perwakilan massa. Mediasi antara perwakilan Ormas, Pertamina, dan Forkopimda tersebut berlangsung dengan kondusif.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyambut positif berbagai masukan dan opsi solusi yang ditawarkan oleh masyarakat. Ia menilai aspirasi tersebut lahir dari niat yang baik demi kepentingan warga Sintang yang tengah kesulitan mendapatkan BBM.
"Tadi telah memberikan masukan. Saya pikir apa yang menjadi masukan dari teman-teman saat ini merupakan niat baik dan untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang," ujar Florensius Ronny usai pertemuan.
Ronny memaparkan bahwa akar persoalan saat ini terletak pada kendala distribusi. Musim kemarau panjang membuat jalur sungai tidak bisa dilalui kapal pengangkut BBM, sehingga distribusi terpaksa dialihkan sepenuhnya melalui jalur darat dari Pontianak yang memakan waktu tempuh hingga satu hari penuh.
Merespons masukan dari masyarakat terkait penertiban di tingkat penyalur, Pemkab Sintang berjanji akan segera merumuskan langkah taktis. "Langsung segera kita follow up apa yang memang menjadi ranah pemerintah daerah. Coba kita akan masuk dengan regulasi-regulasi, ataupun dengan surat-surat edaran," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Sintang, AKBP Budi HS, turut menyampaikan apresiasi kepada massa aksi yang telah menjaga kondusivitas keamanan selama menyampaikan pendapat. Menurut Kapolres, masukan ini sangat krusial bagi Pertamina untuk mengevaluasi fenomena antrean panjang yang meresahkan di berbagai SPBU.
"Kami mengucapkan terima kasih bagi rekan-rekan aliansi yang sudah menyampaikan pendapatnya secara tertib dan aman. Harapan ke depannya di SPBU sudah tidak ada antrean," ujar Budi.
Terkait potensi penyimpangan dan pelanggaran distribusi di lapangan, Kapolres memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. "Kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait mungkin ada aturan-aturan yang dilanggar," pungkasnya. (Arf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....