Kabut Asap Masih Pekat, Komunitas Gencar Bagikan Masker

  • 08 Sep 2026 14:38 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Kabut asap di Kota Sintang masih pekat dan masuk kategori berbahaya, masih ditemukan pelintas jalan yang tidak menggunakan masker saat melakukan aktivitas diluar rumah. Aktivitas pembagian masker dilakukan oleh berbagai komunitas di Kota Sintang termasuk Pemerintah kabupaten Sintang melalui Dinas Kesehatan kabupaten Sintang dengan membagikan tiga ribu masker di tiga titik di Kota Sintang.

Koordinator Lapangan Pembagian Masker di Tugu Beji Sintang, Yosep Mimpor mengatakan jumlah masker yang dibagikan tidak sebanding dengan jumlah pelintas jalan yang tidak menggunakan masker, kurang dari dua puluh menit seribu masing-masing di tiga titik ini habis dibagikan.

“Pembagian masker ini merupakan edukasi kepada masyarakat, menyikapi kondisi udara yang tidak baik untuk Kesehatan, jadi kita harus melindungi diri sendiri menggunakan masker,” kata Yosep Mimpor, Saat pembagian masker di Tugu Beji Sintang, Jum’at, 4 September 2026.

Menurut Yosep Mimpor Penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan udara yang tercemar akibat kabut asap. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Selain pembagian masker, edukasi mengenai dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan juga dinilai penting untuk terus dilakukan. Kelompok masyarakat yang rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti imbauan kesehatan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi pada mata.

Pembagian masker oleh pemerintah bersama komunitas diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang masih kurang baik. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dilakukan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Sintang, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.

“Kesadaran bersama menjadi penting agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan,” Ujarnya. (Tin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....